PELITA untuk pemberdayaan perempuan dan ketahanan pangan - ANTARA News Kalimantan Timur
Balikpapan (ANTARA) - Program PELITA yang berisi pelatihan pertanian perkotaan (urban farming) dan pelatihan budidaya hidroponik untuk memperkuat ketahanan pangan serta pemberdayaan perempuan dimulai di RT 59 Batu Ampar, Balikpapan Utara.
“Budidaya hidroponik diharapkan menjadi peluang usaha bagi masyarakat sehingga bisa memperoleh pendapatan dan meningkatkan perekonomian keluarga,” kata Manajer Humas dan CSR Pertamina Patra Niaga Edi Mangun, Minggu.
Program PELITA dikerjakan di atas lahan tidur. Program ini dikembangkan untuk mengoptimalkan lahan perkotaan sebagai sumber produksi pangan. Melalui hidroponik, warga diajak mengelola ruang terbatas secara produktif sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pemenuhan kebutuhan pangan dan aktivitas ekonomi rumah tangga.
Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Batu Ampar, Suhartini, mengapresiasi dukungan Pertamina dan partisipasi warga dalam pelaksanaan program. Menurutnya, hidroponik menjadi solusi pemanfaatan lahan terbatas sekaligus peluang peningkatan pendapatan.
“Kami berharap kegiatan ini juga dapat mendorong keterlibatan generasi muda dalam mengembangkan pertanian perkotaan,” kata Suhartini.
Untuk mendukung keberlanjutan program, peserta dari Kelompok Patra Lestari sebagai kelompok binaan CSR Pertamina dan bersama warga sekitar mendapatkan pelatihan dari Noormansyah dari Asosiasi Hidroponik Balikpapan. Materi mencakup pengenalan sistem hidroponik, pembibitan, persemaian, pindah tanam, perawatan, hingga pengendalian hama. Peserta juga mengikuti praktik langsung agar dapat menerapkan keterampilan tersebut dalam pengelolaan tanaman sehari-hari.
Pertamina berharap fasilitas dan pelatihan yang diberikan dapat dijaga dan dikembangkan oleh kelompok penerima manfaat agar program berjalan berkelanjutan dan memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. ***
Pewarta: Novi Abdi
Editor : Helti Marini S
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.