Pembalap Kiandra Ramadhipa manfaatkan jeda musim pulihkan mental
Jakarta (ANTARA) - Pembalap muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa memanfaatkan jeda kompetisi musim 2026 dengan pulang ke Indonesia untuk memulihkan kondisi fisik dan mental setelah hampir lima bulan berada di Eropa.
Di tengah musim debutnya pada Kejuaraan Dunia Moto3 Junior 2026, Kiandra memilih menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman-temannya guna melepas tekanan sebelum kembali menjalani persaingan di lintasan.
“Karena kangen pasti ada juga, kemarin hampir lima bulan tidak pulang. Rasanya lebih tenang dan mungkin ada tekanan yang harus dilepaskan,” kata Ramadhipa kepada ANTARA di Jakarta, Jumat.
Pembalap asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta itu mengatakan berada di Indonesia hingga 23 Agustus. Meski memiliki waktu untuk beristirahat dan berkumpul bersama orang-orang terdekat, Ramadhipa tetap menjalani program latihan yang telah disusun.
“Main sama teman-teman, tetapi latihan tetap. Tentunya sudah ada jadwalnya,” ujar pembalap berusia 16 tahun tersebut.
Kepulangan itu menjadi kesempatan bagi Ramadhipa untuk mengisi kembali energi setelah menjalani paruh pertama musim yang padat dalam dua kejuaraan, yakni Moto3 Junior World Championship dan Red Bull MotoGP Rookies Cup.
Baca juga: Pemerintah diminta perkuat dukungan untuk pembalap NTB
Pada musim pertamanya di kelas Moto3 Junior, Ramadhipa telah menunjukkan kemampuan bersaing dengan meraih kemenangan pada putaran Estoril, Portugal. Setelah putaran Magny-Cours, Prancis, pembalap Honda Asia-Dream Racing Junior Team itu mengoleksi 64 poin di klasemen sementara.
Moto3 Junior merupakan salah satu jenjang terakhir bagi para pembalap muda sebelum memasuki Kejuaraan Dunia Moto3. Kejuaraan tersebut menjadi bagian dari program Road to MotoGP dan diikuti sejumlah pembalap muda terbaik dari berbagai negara.
Selain tampil di Moto3 Junior, pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) itu juga menjalani musim keduanya di Red Bull MotoGP Rookies Cup. Dia menorehkan kemenangan dramatis pada balapan kedua putaran pembuka di Jerez, Spanyol, setelah melakukan manuver pada tikungan terakhir. Pada musim debutnya tahun lalu, ia menempati peringkat kedelapan klasemen akhir dengan satu podium di Sachsenring, Jerman.
Baca juga: Pembalap Evans mengambil alih puncak klasemen setelah Wehrlein gagal finis
Padatnya jadwal serta tingginya tingkat persaingan membuat Ramadhipa memandang pemulihan mental sama pentingnya dengan menjaga kebugaran fisik.
Namun, dia memastikan waktu istirahat di Indonesia tidak mengurangi fokusnya menghadapi rangkaian balapan tersisa. Latihan fisik, termasuk bersepeda, kardio, dan latihan di pusat kebugaran, tetap dilakukan untuk mempertahankan kondisi.
Ia berharap kondisi pikiran yang lebih tenang setelah bertemu keluarga dapat membantunya tampil lebih optimal ketika kembali ke Eropa.
“Tentunya ingin memberikan yang terbaik dan mendapatkan hasil yang terbaik,” ujar Ramadhipa.
Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026