Pemerintah dorong 27 ribu mitra Warung Pangan bantu stabilisasi harga
Keberadaan warung-warung ini justru menjadi instrumen yang paling penting bagi kita untuk kemudian menjaga harga
Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq mengatakan pemerintah mendorong penguatan lebih dari 27 ribu mitra Warung Pangan sebagai instrumen untuk membantu menjaga stabilitas harga pangan, khususnya di pasar tradisional.
Menurut Hanif, pemanfaatan jaringan Warung Pangan menjadi solusi yang efektif karena memanfaatkan infrastruktur perdagangan yang telah tersedia di berbagai daerah.
"Keberadaan warung-warung ini justru menjadi instrumen yang paling penting bagi kita untuk kemudian menjaga harga," kata Hanif dalam peluncuran Warung Pangan ID FOOD di Pasar Tebet Timur, Jakarta, Senin.
Ia mengatakan pemerintah tidak perlu lagi menggelar operasi pasar secara masif melalui pasar murah sementara apabila jaringan pasar yang sudah ada dapat dimanfaatkan secara optimal.
Hanif menjelaskan keberadaan Warung Pangan juga penting karena selama ini banyak pasar tradisional masih kesulitan memperoleh akses langsung terhadap pasokan dari industri maupun distributor besar.
Akibatnya, lanjut dia, rantai distribusi menjadi panjang sehingga harga pangan di tingkat konsumen menjadi lebih tinggi.
Oleh karena itu, pemerintah mendorong ID FOOD sebagai BUMN holding pangan memperluas jaringan Warung Pangan untuk menjaga stabilitas harga berbagai komoditas, termasuk komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi pangan.
Baca juga: Bapanas sebut harga telur mulai pulih usai sempat anjlok
Baca juga: Wamenko Pangan: Sektor hulu diperkuat demi kemandirian susu nasional
"Warung Pangan ini kami harapkan terus berkembang dan tidak hanya (menstabilkan harga) pada barang-barang yang menjadi subsidi pemerintah, tetapi juga barang-barang yang kemudian menyebabkan inflasi. Ini harus mampu ditangani ID FOOD," kata dia.
Direktur Utama ID FOOD Ghimoyo mengatakan penguatan jaringan Warung Pangan merupakan bagian dari peran perseroan sebagai BUMN pangan untuk menjaga stabilisasi harga, khususnya melalui perdagangan aneka pangan.
“ID FOOD akan mengamankan stabilisasi harga di luar barang-barang subsidi,” ujarnya.
Ia menjelaskan ID FOOD akan memperkuat kemitraan dengan warung-warung pangan di pasar tradisional agar pasokan pangan dapat tersalurkan dengan harga yang kompetitif.
Mitra Warung Pangan akan memperoleh harga pasokan tertentu dengan komitmen menjual kepada masyarakat sesuai batas harga eceran tertinggi (HET).
Menurut dia, penguatan kemitraan tersebut diharapkan dapat menjaga ketersediaan pangan sekaligus memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui harga yang lebih stabil.
Warung Pangan merupakan aplikasi seluler yang dikembangkan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) bekerja sama dengan BUMN Klaster Pangan dan jaringan pemasok lainnya.
Melalui aplikasi yang tersedia di Play Store dan App Store tersebut, pelaku UMKM dapat membeli maupun menjual komoditas pangan kepada masyarakat.
Saat ini, layanan Warung Pangan telah menjangkau 108 kota dengan 28.438 mitra dan menawarkan 425 produk pangan.
Baca juga: Wamenko Pangan: Food estate Kalteng diperkuat manajemen risiko
Baca juga: Wamenko Pangan: Pemerintah perkuat ketahanan pangan RI tanpa impor
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.