kingsheadwye.com

Pemkab Batang: Sekolah Rakyat memasuki tahap pemenuhan dokumen kriteria

Pemkab Batang: Sekolah Rakyat memasuki tahap pemenuhan dokumen kriteria

Jumat, 24 Juli 2026 16:37 WIB

Image Print

Lokasi Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah, Kabupaten Batang dalam proses pemerataan lahan bangun di Batang, belum lama ini. ANTARA/HO-Humas Kabupaten Batang

Batang (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Clapar, Kecamatan Subah kini sudah memasuki tahap pemenuhan dokumen kriteria (readiness criteria).

"Pemenuhan dokumen readiness criteria Sekolah Rakyat sudah hampir 100 persen sehingga ditargetkan dalam waktu dekat selesai," kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang Willopo di Batang, Jumat.

Saat ini, pemerintah daerah masih menyelesaikan dua dokumen terakhir yaitu Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin) dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Sekolah Rakyat, kata dia, merupakan program pendidikan berasrama gratis yang digagas oleh Kementerian Sosial.

"Program ini menyasar anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem pada jenjang pendidikan SD, SMP, hingga SMA. Kami merencanakan sekolah ini memiliki kapasitas tampung sekitar 300 siswa," katanya.

Ia mengatakan pemenuhan dokumen readiness criteria Sekolah Rakyat untuk analisis dampak lalu lintas dan dan analisis mengenai dampak lingkungan diharapkan pada akhir Agustus 2026 sudah selesai.

Saat ini, kata dia, penyusunan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan juga terus menunjukkan progres positif.

"Untuk analisis mengenai dampak lingkungan kami sudah dua kali melakukan tinjauan. Mudah-mudahan segera masuk ke tahap lelang sehingga seluruh persyaratan bisa segera terpenuhi," katanya.

Selain penyelesaian dokumen administrasi, ia mengatakan kesiapan lahan juga terus dimatangkan dan bangunan yang sebelumnya berdiri di lokasi telah dibongkar dan sudah diratakan sebagai persiapan pembangunan fisik.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.