Pemkab Buleleng percepat penyusunan lima RDTR strategis - ANTARA News Bali
Buleleng, Bali (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Buleleng mempercepat penyusunan lima Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) strategis untuk memberikan kepastian pemanfaatan ruang serta mendukung kemudahan investasi dan pembangunan daerah.
"Keterlibatan pemerintah kecamatan, desa, perangkat daerah, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, serta masyarakat diharapkan dapat memberikan gambaran yang utuh mengenai kondisi wilayah, sehingga substansi RDTR yang disusun benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan arah pembangunan Kabupaten Buleleng ke depan,” kata Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna di Seririt, Buleleng, Senin.
Supriatna menyampaikan hal tersebut saat membuka diskusi kelompok terarah atau Focus Group Discussion (FGD) I RDTR dan Konsultasi Publik I Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Kabupaten Buleleng Tahun 2026 di Seririt.
Lima wilayah yang menjadi fokus penyusunan RDTR meliputi Kawasan Perkotaan Tejakula, Kubutambahan, Sawan, Banjar, dan Seririt.
Supriatna mengatakan bantuan teknis penyusunan RDTR dari Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dinilai penting untuk mempercepat penyediaan dokumen tata ruang sebagai pedoman pemanfaatan ruang.
Ketersediaan dokumen tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha dalam merencanakan kegiatan pembangunan serta pengembangan investasi di Kabupaten Buleleng.
Menurut dia, setiap wilayah memiliki karakteristik, potensi, permasalahan, dan kebutuhan pengembangan yang berbeda, sehingga penyusunan RDTR membutuhkan masukan dari seluruh pemangku kepentingan.
"Keterlibatan berbagai unsur tersebut diperlukan agar rencana tata ruang dapat mencerminkan kondisi wilayah sekaligus selaras dengan arah pembangunan daerah," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Buleleng Putu Adipta Eka Putra menjelaskan kelima wilayah tersebut dipilih karena memiliki posisi strategis dalam pengembangan wilayah Buleleng.
"Dengan tersusunnya RDTR dan terintegrasinya dokumen tersebut dengan sistem Online Single Submission (OSS), proses perizinan dan investasi diharapkan berlangsung lebih mudah, cepat, dan efisien," katanya.
Adipta menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ATR/BPN atas lima bantuan penyusunan RDTR yang diterima Kabupaten Buleleng.
Ia mengajak camat, perbekel, dan pemangku kepentingan lainnya aktif memberikan data serta masukan teknis selama proses penyusunan.
Dukungan tersebut diharapkan memastikan seluruh RDTR selesai tepat waktu, berkualitas, serta mampu mencerminkan kondisi dan potensi masing-masing wilayah sebagai dasar pengembangan pembangunan daerah.
Pewarta: Rolandus Nampu/IMBA Purnomo
Editor : Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.