Pemkab Jayawijaya perkuat penanganan kasus ATMH di posyandu
Pemkab Jayawijaya perkuat penanganan kasus ATMH di posyandu
Kamis, 15 Oktober 2026 10:49 WIB
Suasana pelatihan ATMH yang digelar oleh Dinkes Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. ANTARA/HO-Humas Pemkab Jayawijaya.
Wamena (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya, Papua Pegunungan, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat memperkuat penanganan kasus AIDS, tuberkulosis, malaria, dan hepatitis (ATMH) di posyandu.
Dinkes Kabupaten Jayawijaya menggelar kegiatan orientasi integrasi ATMH bagi kader tenaga sukarela dari masyarakat (UKDK) dan posyandu di daerah tersebut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkes Kabupaten Jayawijaya Esau R Aibesa dalam keterangan tertulis di Wamena, Rabu, mengatakan tujuan utama dari kegiatan ini untuk meningkatkan kemampuan kader UKDK dan posyandu dalam penanganan kasus ATMH.
“Pelatihan ini khusus disiapkan untuk Puskesmas Wamena Kota dan Puskesmas Ilekma yang akan segera diluncurkan. Melalui kegiatan ini kami berharap kader-kader mampu mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh untuk membantu pelayanan kesehatan khususnya penanganan kasus ATMH sehingga proses pelayanan menjadi lebih cepat dan masyarakat dapat terlayani dengan baik,” katanya.
Menurut dia, dalam pelatihan ini kader UKDK dan posyandu bukan hanya mencatat tetapi juga melakukan pemeriksaan.
"Kader akan dibekali kemampuan melakukan deteksi dini terhadap gejala dan riwayat penyakit yang berkaitan dengan AIDS, tuberkulosis, malaria, dan hepatitis, dan mereka dapat membantu petugas kesehatan pada layanan kesehatan terkecil,” ujarnya.
Dia menjelaskan dengan deteksi dini maka petugas di UKDK, posyandu, bahkan puskesmas bisa lebih cepat menangani pasien.
"Jadi ke depan kita harapkan pasien yang datang ke fasilitas kesehatan telah memperoleh identifikasi awal sehingga petugas dapat menentukan langkah pelayanan sesuai kebutuhan," katanya.
Dia menambahkan, pemberi materi pada kegiatan pelatihan ATMH pernah mengikuti pelatihan dari Kementerian Kesehatan RI.
"Pemateri dalam kegiatan ini merupakan tenaga yang telah mendapatkan pelatihan di Jakarta dari Kementerian Kesehatan khususnya dalam penanganan tuberkulosis, HIV, malaria, dan hepatitis," katanya.
Dia berharap setelah orientasi ini kader UKDK dan posyandu bisa menjadi garda terdepan kesehatan di kampung-kampung.
"Kader diharapkan mampu berperan aktif dalam mendukung deteksi dini penyakit serta memperkuat akses pelayanan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Wamena Kota dan Puskesmas Ilekma," ujarnya.
Pewarta : Yudhi Efendi
Editor:
Hendrina Dian Kandipi
COPYRIGHT © ANTARA 2026