kingsheadwye.com

Pemkab Lamsel perkuat konvergensi program untuk percepat penurunan stunting

Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), Provinsi Lampung, memperkuat konvergensi program lintas sektor untuk mencegah dan mempercepat penurunan stunting secara terintegrasi dan berbasis data.

Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Lampung melalui penghargaan sebagai kabupaten/kota yang berkinerja baik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting Tahun 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Devi Arminanto di Lampung Selatan, Rabu, mengatakan penghargaan tersebut sejalan dengan perkembangan indikator stunting di daerah yang menunjukkan tren penurunan.

“Berdasarkan SSGI 2024, prevalensi stunting Lampung Selatan sebesar 10,4 persen, lebih rendah dibandingkan prevalensi Provinsi Lampung sebesar 15,9 persen,” kata Devi Arminanto.

Ia menjelaskan berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting di Lampung Selatan turun dari dua persen pada 2022 menjadi 1,2 persen pada 2026.

Menurut dia, konvergensi program menjadi bagian penting untuk memastikan intervensi penanganan stunting berjalan secara terintegrasi, berbasis data, dan tepat sasaran.

Intervensi dilakukan tidak hanya terhadap balita yang mengalami stunting, tetapi sejak masa kehamilan hingga periode 8.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sehingga pencegahan dan pendampingan keluarga dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Sejumlah indikator pelayanan pada Semester I 2026 juga menunjukkan capaian positif. Pemberian ASI eksklusif mencapai 97,35 persen dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) 99,23 persen.

Selain itu, pemantauan pertumbuhan anak bawah dua tahun 100 persen, pemberian tablet tambah darah bagi remaja putri 98,65 persen, serta pendampingan keluarga oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) 96,6 persen.

Dia mengatakan penguatan tetap diperlukan pada sejumlah indikator, terutama hingga tingkat keluarga dengan dukungan 1.067 posyandu dan 6.017 kader kesehatan.

Kolaborasi juga melibatkan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS), perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, TPK, TP PKK, serta berbagai unsur masyarakat.

“Pemkab Lampung Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui pendekatan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis data,” ujarnya.

Ke depan, kata dia, Pemkab Lampung Selatan akan memperkuat pemutakhiran data keluarga berisiko stunting dan sasaran 8.000 HPK, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, memperkuat pendampingan keluarga dan edukasi pemenuhan gizi, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga tren penurunan stunting sekaligus mendukung pencapaian target prevalensi stunting Lampung Selatan sebesar 9 persen pada 2029.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.