kingsheadwye.com

Pemkab Parimo usulkan rehabilitasi ASN terdeteksi narkoba ke BNN

Pemkab Parimo usulkan rehabilitasi ASN terdeteksi narkoba ke BNN

Senin, 3 Agustus 2026 20:04 WIB

Image Print

Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid (kiri) dan Kepala BNN Poso Praditya (kanan) berdiskusi seputar pencegahan narkoba lama kunjungan kerjanya di Sekretariat Pemkab Parigi Moutong di Parigi, Senin (3/8/2026). ANTARA/HO-Mir

Parigi,Sulteng (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong (Pemkab Parimo), Sulawesi Tengah, mengusulkan rehabilitasi ke Badan Narkotika Nasional (BNN) terkait adanya dugaan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan tersebut yang terdeteksi positif menggunakan narkoba.

"Tes urine kami laksanakan pada 21 hingga 24 Juli 2026, sebanyak 31 orang terdeteksi positif menggunakan narkoba," kata Wakil Bupati Parigi Moutong Abdul Sahid di Parigi, Senin.

Ia menjelaskan pemkab setempat mengambil langkah dengan memprioritaskan pendekatan edukasi atau pembinaan dan rehabilitasi bagi pegawai yang terdeteksi positif.

Sebanyak 1.108 orang telah menjalani tes urine dilakukan pemerintah setempat, baik ASN di lingkungan Pemkab Parigi Moutong maupun pelajar, kata dia, terdapat 31 orang positif, di antaranya 28 orang merupakan ASN, sedangkan tiga orang lainnya merupakan pelajar.

"Hanya yang terpapar zat methamphetamine (meth) dan amphetamine (amph) atau sabu diusulkan rehabilitasi," ujarnya.

Ia mengemukakan pemerintah daerah setempat memberlakukan dua opsi metode rehabilitasi yang disesuaikan dengan kesepakatan, baik dilaksanakan langsung di Parigi maupun dirujuk ke Poso.

Menurut dia, langkah tersebut sebagai bentuk pembinaan bagi orang-orang mengalami kecanduan terhadap narkotika dan pembinaan dilakukan merupakan bentuk sanksi kepada ASN maupun pelajar.

"Bila mereka mengabaikan proses rehabilitasi, kami menjatuhkan sanksi berat secara bertahap, terutama ASN," kata dia.

Dia mengatakan langkah yang dilakukan Pemkab Parigi Moutong sebagai bagian dari upaya pemberantasan peredaran narkotika di lingkungan pencegahan dan pencegahan.

Sementara itu, Kepala BNN Poso Praditya mengatakan dari 31 orang yang positif, tidak semuanya wajib menjalani rehabilitasi, di mana rincian hasil tes menunjukkan 12 orang positif zat meth, tujuh orang positif meth dan amph, termasuk tiga siswa yang juga positif meth dan amph.

BNN memastikan satu dari sembilan orang positif zat benzodiazepin atau benzo (obat penenang) merupakan anggota DPRD setempat, legislator itu dinyatakan positif karena mengonsumsi obat berdasarkan resep dokter untuk pengobatan penyakit tertentu.

"Satu orang positif zat benzo. Yang bersangkutan bisa menunjukkan resep dokter karena sedang menderita suatu penyakit," tuturnya.

Menurut dia, pengguna zat benzo sebagian besar didominasi perempuan, meski demikian pihak BNN tidak merinci golongan kepangkatan atau eselon ASN yang terjaring, mengingat pendataan hanya berfokus pada nama peserta tes yang mencakup unsur PPPK, pejabat eselon II, III, IV, hingga pelajar.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026