Pemkab Pasaman Barat edukasi masyarakat agar tidak bakar lahan
Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat memberikan edukasi kepada masyarakat dan perusahaan kelapa sawit agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam pengolahan dan pembersihan perkebunan.
"Sosialisasi terus kita lakukan terhadap jajaran perusahaan kelapa sawit yang ada. Selain itu juga menyarankan agar melengkapi sarana prasarana pemadam api dan persiapan personel," kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Pasaman Barat Handoko di Simpang Empat, Selasa.
Menurut dia selain larangan membakar lahan juga dilarang membakar semak, pekarangan, dan kebun. Juga dilarang membuang puntung rokok yang masih menyala dan meninggalkan api unggun atau sisa pembakaran.
Dia menyebutkan sosialisasi dan edukasi dilakukan mulai dari kawasan permukiman warga, pertokoan sekolah-sekolah, kantor pemerintahan nagari (desa), fasilitas kesehatan, perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit dan lainnya.
Dia menyebutkan sosialisasi dan edukasi dilakukan mulai dari kawasan permukiman warga, pertokoan sekolah-sekolah, kantor pemerintahan nagari (desa), fasilitas kesehatan, perusahaan perkebunan dan pabrik kelapa sawit dan lainnya.
"Kita memberikan edukasi berupa sosialisasi pencegahan dini bahaya kebakaran dan pelaksanaan simulasi pemadaman kebakaran api permulaan agar warga benar-benar paham cara penanganan awal api permulaan pada kejadian kebakaran," ujar dia.
Dia menjelaskan kebakaran sering kali berawal dari hal-hal kecil yang luput dari perhatian.
Dia mengimbau ke warga untuk mulai peduli dengan lingkungan sekitarnya dengan cara rutin mengecek instalasi listrik di rumah, terutama kabel-kabel tua yang rawan memicu korsleting.
Lalu membiasakan diri untuk tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan, meskipun hanya sebentar.
"Sangat menghindari praktik membuka lahan atau membakar sampah sembarangan tanpa penjagaan, mengingat tingginya angka kejadian yang bermula dari hal ini," ujar dia.
Dia menyebutkan berdasarkan data rekapitulasi yang tercatat dan dilaporkan ke pemadam kebakaran Pasaman Barat dari bulan Januari hingga Akhir Juli 2026, tercatat telah terjadi sebanyak 44 kejadian kebakaran.
Dia merinci kebakaran rumah kediaman sebanyak 13 kasus kejadian, kebakaran bangunan lainnya 10 kasus, kebakaran kendaraan bermotor enam kejadian dan kebakaran pabrik atau gudang sebanyak empat kasus dan kebakaran hitam atau lahan tiga kasus.
Selain itu juga ada kebakaran peralatan listrik dan elektronika tiga kasus, kebakaran pasar/toko/restoran dua kasus, kebakaran kompor gas dua kasus dan kebakaran gedung satu kasus.