kingsheadwye.com

Pasaman Barat-IDI perkuat kolaborasi pemerataan layanan kesehatan

Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menegaskan komitmen memperkuat kolaborasi dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk pemerataan pelayanan kesehatan di daerah itu.

Asisten III Sekretariat Daerah Harlina Syahputri usai pelantikan pengurus IDI setempat, Selasa, menyampaikan apresiasi atas peran IDI sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan kesehatan.

Menurutnya, keberadaan IDI sangat penting untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi antara Pemkab dengan para dokter dalam menghadapi berbagai persoalan kesehatan di daerah.

"Dengan adanya IDI, koordinasi akan lebih mudah untuk menjembatani berbagai persoalan dengan dokter-dokter kita. Yang penting dokternya nyaman, itu yang ingin kami lakukan," ujarnya.

Dia menegaskan, Pemkab Pasaman Barat siap membuka ruang kolaborasi untuk menyelaraskan program IDI dengan agenda pembangunan kesehatan daerah.

Beberapa isu prioritas yang menjadi perhatian bersama, yakni penanganan stunting, kesehatan ibu dan anak, serta pemerataan layanan kesehatan hingga ke wilayah pelosok.

Dia juga menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pelayanan medis.

Menurutnya pasien yang datang berobat umumnya dalam kondisi cemas dan membutuhkan rasa aman selain penanganan medis.

"Tatapan mata yang menenangkan, tutur kata yang lembut, serta ketulusan untuk mendengarkan keluhan pasien dapat memberikan ketenangan sebelum tindakan medis dilakukan. Keramahan dan kelembutan dokter memiliki arti penting bagi pasien," ujar dia.

Di tengah kemajuan teknologi dan derasnya informasi kesehatan di internet, peran dokter dinilai tetap tidak tergantikan.

Komunikasi langsung dokter dan pasien memberikan rasa tenang serta membangun kepercayaan dalam proses pengobatan.

"Kemuliaan profesi dokter tidak dapat dinilai dengan materi. Semoga setiap pengabdian menjadi amal yang mendapat balasan berlipat ganda," ucapnya.

Ketua IDI Cabang Pasaman Barat periode 2026-2029 dr Heru Widyawarman mengatakan amanah yang diberikan merupakan tanggung jawab sekaligus panggilan untuk memperkuat pengabdian dokter kepada masyarakat.

Dia menyebutkan sejumlah tantangan kesehatan di Pasaman Barat masih membutuhkan perhatian bersama, seperti penyakit tropis, jarak tempuh masyarakat menuju fasilitas kesehatan, keterbatasan transportasi, hingga tingginya angka kecelakaan lalu lintas.

Di sisi lain, Pasaman Barat memiliki banyak dokter dengan kompetensi baik. Karena itu, IDI akan mendorong penguatan kapasitas melalui pendidikan kedokteran berkelanjutan, peningkatan kualitas pelayanan, serta keterlibatan dokter secara langsung di tengah masyarakat.

"Mohon bimbingan dari para senior dan masukan dari seluruh anggota. Mari kita menjaga marwah profesi dan menyatukan langkah. IDI harus turun ke lapangan dan menjadi garda terdepan dalam kesehatan," ujar dia.

Dia juga menekankan pentingnya peran dokter dalam memberikan edukasi kesehatan di tengah maraknya informasi tidak benar di media sosial.

IDI perlu hadir memberikan penjelasan berbasis ilmu kedokteran agar masyarakat tidak mudah terpengaruh mitos maupun hoaks kesehatan.

"Ke depan, Pemkab Pasaman Barat bersama pengurus baru IDI sepakat memperkuat komunikasi dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang semakin dekat, merata, dan bermutu bagi masyarakat," ujarnya.