Pemkot Banjarmasin data infrastruktur jembatan kayu berusia puluhan tahun - ANTARA News Kalimantan Selatan
Banjarmasin (ANTARA) - Pemerintah Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, melakukan pendataan infrastruktur jembatan kayu yang berusia puluhan tahun untuk ditingkatkan kualitasnya agar memenuhi standar keselamatan bagi masyarakat.
Wali Kota Banjarmasin H Muhammad Yamin HR di Banjarmasin, Selasa, menyampaikan, sebagai kota seribu sungai, daerahnya masih sangat banyak jembatan berkonstruksi kayu ulin atau kayu besi yang usianya sudah puluhan tahun.
Perhatian pemerintah kota ini, ucap Yamin, untuk memastikan semua jembatan masih layak dan memenuhi keselamatan bagi masyarakat, karena ada beberapa kejadian jembatan amblas dan ambruk beberapa waktu ini.
Seperti pada 30 Agustus 2026 lalu, jembatan berkonstruksi kayu di Jalan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan, ambruk. Kemudian jembatan juga berkonstruksi kayu di Banyiur di Kelurahan Basirih, Banjarmasin Barat, mengalami amblas.
"Atas kejadian-kejadian ini saya instruksikan kepada dinas terkait juga para camat dan lurah agar bersama-sama melakukan pendataan seluruh jembatan kayu di daerah ini," ujarnya.
Selain jembatan kayu yang bisa dilalui kendaraan roda empat, ungkap Yamin, juga jembatan titian atau jembatan kayu sebagai akses jalan warga yang tinggal di pinggiran sungai yang juga sangat banyak di kota ini harus didata ulang dan dicek kualitasnya.
Baca juga: Pemkot Banjarmasin perbaiki jembatan Banyiur yang sempat amblas
Menurut dia, pemerintah kota memprogramkan perbaikan infrastruktur jembatan kayu dan titian tersebut baik ditingkatkan menjadi konstruksi beton atau ditingkatkan kualitasnya diganti dengan kayu ulin yang baru.
"Memang tantangannya ada masih ratusan jembatan kayu dan titian di kota kita ini, tentunya sesuai kemampuan anggaran diprioritaskan yang mendesak," ujarnya.
Sebagai diketahui, ungkap Yamin, Pemkot dan DPRD Kota Banjarmasin telah menetapkan APBD perubahan tahun 2026 sebesar Rp2,6 triliun, di mana pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan drainase jadi prioritas pelaksanaan program pada ABPB perubahan tersebut.
Pewarta: Sukarli
Editor : Mahdani
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.