kingsheadwye.com

Pemkot Mataram mengimbau warga gencarkan PSN 4 Plus antisipasi DBD

Mataram (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mengimbau masyarakat menggencarkan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 4 Plus, sebagai langkah antisipasi perkembangbiakan nyamuk Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Tim kami di 11 puskesmas bersama aparat kelurahan saat ini juga aktif bergerak melakukan sosialisasi dan edukasi gerakan PSN 4 Plus," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram Emirald Isfihan di Mataram, Senin.

Imbauan itu disampaikan menyusul dengan mulai terjadinya perubahan cuaca dengan terjadinya hujan dan selama sepekan ini Kota Mataram.

Kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini, menurutnya, berpotensi menimbulkan jentik nyamuk sehingga masyarakat harus waspada dan harus terus melakukan PSN 4 Plus secara bergotong royong bersama warga dengan petugas dari puskesmas di wilayah kerja masing-masing

Gerakan PSN 4 Plus ini jauh lebih efektif dari pada fogging yang hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak bisa membunuh jentik.

"Jentik harus kami berantas langsung. Tim kami di puskesmas juga aktif turun mendampingi warga melakukan PSN 4 plus guna mencegah serangga, terutama nyamuk DBD dan pembawa penyakit lainnya bersarang di lingkungan tempat tinggal," katanya.

Berdasarkan data Dinkes Kota Mataram per Juni 2026, jumlah kasus DBD di Kota Mataram tercatat sebanyak 178 kasus. Kasus DBD tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2025 sebanyak 440 kasus.

Kendati demikian, lanjutnya, berbagai upaya promotif dan preventif tidak boleh putus sebagai langkah antisipasi dan masyarakat juga terus diimbau agar menjaga lingkungan terutama di puncak musim hujan dengan terus membersihkan barang-barang yang berpotensi menampung atau menjadi genangan air.

Baca juga: Pemkot sebut realisasi pajak restoran Mataram mencapai Rp20,82 miliar

"Kondisi kebersihan lingkungan, sangat mempengaruhi perkembangbiakan nyamuk demam berdarah serta menjadi fondasi kesehatan keluarga," katanya.

Menurut Emirald, penurunan kasus DBD tersebut menjadi satu indikasi terjadi peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dan sekitarnya.

Selain itu masyarakat juga aktif melakukan gerakan PSN minimal satu kali seminggu atau 1-2 hari setelah terjadi hujan.

Gerakan PSN 4 Plus dan pengasapan (fogging) sudah ditetapkan menjadi program rutin untuk dilakukan di semua masyarakat di setiap kelurahan, sehari sampai dua hari setelah hujan.

Hal itu sebagai langkah antisipasi mencegah berkembang biak jentik nyamuk DBD pada genangan-genangan dari sisa air hujan yang ada di sekitar lingkungan warga.

"Kami tidak mau lagi menerapkan strategi seperti tim pemadam kebakaran, yang bekerja saat terjadi kasus DBD. Tapi harus lakukan upaya pencegahan," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026