Pemkot Palembang pusatkan parade kebaya dan zikir akbar di Jembatan Ampera
Pemkot Palembang pusatkan parade kebaya dan zikir akbar di Jembatan Ampera
Rabu, 15 Juli 2026 05:52 WIB
Jajaran Pemkot Palembang foto bersama usai menggelar rapat koordinasi persiapan parade kebaya dan zikir akbar di Palembang, Selasa (14/7/2026). ANTARA/Edo Purmana
Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), memastikan kegiatan parade kebaya dan zikir akbar edukasi pencegahan LGBT akan dipusatkan di Jembatan Ampera serta Bundaran Air Mancur (BAM).
"Pemerintah Kota Palembang bersama tokoh masyarakat dan ulama sepakat menggelar dua agenda besar sekaligus yaitu Parade Kebaya Pecah Rekor MURI dan Zikir Akbar Edukasi Pencegahan LGBT di dua lokasi tersebut," kata Asisten I Setda Kota Palembang Sulaiman Amin dalam rapat koordinasi persiapan dua agenda besar di Palembang, Selasa.
Dia mengatakan, kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (19/7) tersebut membawa pesan budaya dan religi yang dapat berjalan beriringan dengan tertib serta toleran.
"Penentuan jadwal ini menjadi kunci utama karena kedua acara tersebut akan mengumpulkan massa dalam jumlah besar di area ikonik Palembang," katanya.
Di satu sisi, kata dia, Bundaran Air Mancur di depan Masjid Agung akan digetarkan oleh lantunan doa dalam zikir akbar.
Sedangkan, di sisi lain kemegahan Jembatan Ampera akan dihiasi parade busana kebaya dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional 2026.
"Parade berkebaya dan berkain songket di sepanjang Jembatan Ampera untuk memecahkan Rekor MURI Dunia ini menjadi bukti semangat kita dalam membudayakan kebaya dan kain songket di Sumatera Selatan," ujar dia.
Bergerak di waktu yang sama, lanjut dia, para ulama dan tokoh masyarakat Palembang akan memusatkan kegiatan di Bundaran Air Mancur.
"Acara religi ini dimulai tepat pukul 06.00 WIB hingga 08.00 WIB dengan agenda Khataman Al-Qur'an, zikir, solawat, serta tausiah," katanya.
Sementara itu, ulama Palembang Habib Ghasim Alkaf menegaskan langkah edukasi dan pembatasan ini sangat mendesak demi melindungi moral generasi muda dan menjaga Kota Palembang dari dampak sosial yang buruk, salah satunya LGBT.
"Kita berdoa supaya negeri kita diselamatkan Allah dari LGBT. Kami juga mendorong pemerintah untuk mengeluarkan Perda tentang larangan perbuatan menyimpang tersebut," kata Habib Ghasim menegaskan.
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026