Pemkot Sorong gandeng Pertina cetak petinju muda - ANTARA News Papua Tengah
Sorong (ANTARA) - Pemerintah Kota Sorong, Papua Barat Daya, siap berkolaborasi dengan Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Sorong dalam memperkuat pembinaan dan mencetak petinju muda berprestasi.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong Thamrin Tajudin di Sorong, Minggu, mengatakan pemerintah daerah siap membangun kemitraan dengan kepengurusan Pertina Kota Sorong yang baru di bawah kepemimpinan Fredrik Marlisa.
"Kami melihat masyarakat antusias latihan tinju, bahkan sampai di pinggir-pinggir jalan dan pantai. Itu menunjukkan besarnya minat terhadap olahraga ini," kata Thamrin.
Oleh karena itu, dia menilai tinju perlu mendapatkan perhatian apalagi praktisinya banyak dari generasi muda.
Thamrin menyebut, pemerintah perlu menyediakan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat tinjunya.
Dia pun berharap Pertina dapat menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda melalui olahraga sekaligus membantu pemerintah dalam membangun sumber daya manusia di Kota Sorong.
"Pemerintah tidak punya kekuatan sendiri tanpa semua yang hadir di tempat ini, khususnya pengurus Pertina. Besar harapan kami mari kita bekerja sama," ujar Thamrin.
Thamrin menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Wali Kota Sorong dan Dinas Pemuda dan Olahraga untuk membahas dukungan terhadap Pertina, termasuk fasilitas yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pertemuan dan kegiatan organisasi.
Menurut dia, pembinaan olahraga tinju membutuhkan dukungan pembiayaan yang cukup besar, mulai dari penyediaan arena hingga perlengkapan latihan dan kebutuhan atlet.
Sementara itu, Ketua Pertina Kota Sorong periode 2026-2029 Fredrik Marlisa mengatakan kepengurusan baru akan fokus menjaring dan membina petinju-petinju muda amatir agar mampu berkembang hingga ke jenjang prestasi yang lebih tinggi.
"Inti dari semua ini adalah sebuah komitmen bersama, sportivitas yang perlu kita jaga dalam membangun olahraga, terutama tinju yang merupakan olahraga keras sehingga membutuhkan disiplin, komitmen dan sportivitas," kata Fredrik.
Dia menegaskan pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dan tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kejuaraan.
"Pembinaan prestasi ini harus berjenjang, tidak hanya event kemudian selesai. Itu menjadi bagian dari misi kami," ujar dia.
Fredrik menyampaikan, Kota Sorong memiliki potensi besar dalam olahraga tinju. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat sekitar 39 sasana tinju yang menjadi wadah latihan atlet di wilayah tersebut.
Namun, keberadaan sasana tersebut perlu didukung dengan kompetisi secara berkala sehingga para atlet memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur hasil pembinaan.
"Bayangkan hari ini di Kota Sorong kurang lebih ada 39 sasana. Mereka berlatih, tetapi kalau tidak ada event, kasihan. Pada suatu saat bisa jenuh dan bosan," kata dia.
Karena itu, Fredrik berharap pemerintah daerah bersama Pertina dan pemangku kepentingan lainnya dapat membangun pola pembinaan yang mampu menyalurkan bakat atlet muda melalui berbagai kejuaraan, baik tingkat daerah maupun nasional.
Dia menekankan pula pentingnya sinergi antara Pertina Kota Sorong, Pertina Provinsi Papua Barat Daya, KONI, pemerintah daerah, dan pihak terkait lainnya untuk menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
"Kami sangat siap dan akan membuka diri untuk itu semua. Pembinaan dan prestasi tidak bisa hanya secara horizontal, tetapi juga harus vertikal melalui perbincangan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan," ujar dia.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.