kingsheadwye.com

Pemprov Jateng dan Otorita IKN menjajaki potensi kolaborasi dan investasi

Pemprov Jateng dan Otorita IKN menjajaki potensi kolaborasi dan investasi

Jumat, 7 Agustus 2026 17:10 WIB

Image Print

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi berbincang dengan Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) Basuki Hadimuljono. (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menjajaki potensi kolaborasi dan investasi dengan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN), melalui kunjungan kerja Gubernur Jateng dan sejumlah bupati ke wilayah tersebut.

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dalam pernyataan di Semarang, Jumat, menilai IKN punya potensi besar diajak kolaborasi untuk kemajuan bersama, mengingat wilayah tersebut akan menjadi ibukota negara.

Kunjungan Gubernur Ahmad Luthfi bersama rombongan disambut hangat oleh Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono beserta jajaran.

Turut mendampingi Luthfi dalam kunjungan tersebut jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jateng, serta Bupati Tegal Ischak Maulana Rohman, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dan Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.

Menurut dia, salah satu potensi yang bisa dikerjasamakan adalah produk furnitur dari Kabupaten Jepara yang bisa dijual ke IKN.

"Di Jepara itu adalah daerah yang sudah dikenal dengan produk furnitur. Saya coba melihat potensi apakah ada peluang kerja sama furnitur di IKN dari Jawa Tengah," katanya.

Selain potensi tersebut, Luthfi juga menjajaki peluang kolaborasi dari dinas terkait, BUMD seperti perbankan, bahkan perguruan tinggi yang ada di Jateng.

Potensi itu ditawarkan, mengingat perencanaan pembangunan di IKN masih menyisakan ruang kolaborasi.

"Intinya Provinsi Jawa Tengah ingin ikut hadir di IKN juga," kata mantan Kapolda Jateng itu.

Dalam pertemuan tersebut, Otorita IKN memaparkan perkembangan pembangunan IKN, termasuk skema pendanaan yang menjadi landasan percepatan pembangunan.

Saat ini, pembangunan IKN didukung melalui tiga skema pembiayaan, yaitu Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), investasi swasta, serta hibah.

Hingga saat ini, realisasi investasi swasta yang telah masuk ke IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor, sementara nilai proyek melalui skema KPBU mencapai Rp134,25 triliun.

Sementara itu, Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menyampaikan bahwa Otorita IKN terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pemprov Jateng.

Menurut dia, sinergi antardaerah menjadi salah satu faktor penting dalam memperkuat ekosistem pembangunan IKN, sebagai ibu kota politik yang inklusif dan berkelanjutan.

"Kami selalu melayani investor yang masuk. Apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nantinya akan ada insentif fiskal," katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa peluang kerja sama tidak hanya terbatas pada investasi, tetapi juga dapat mencakup berbagai sektor strategis yang mendukung pengembangan kawasan IKN.

Mulai dari penyediaan barang dan jasa, pengembangan sumber daya manusia, hingga sektor ekonomi kreatif dan pariwisata.

Baca juga: Pemprov Jateng sebut perundungan masih menjadi PR

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.