kingsheadwye.com

Pemprov Jateng sebut perundungan masih menjadi PR

Pemprov Jateng sebut perundungan masih menjadi PR

Jumat, 7 Agustus 2026 17:09 WIB

Image Print

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen. ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Semarang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyebut bahwa kasus perundungan atau "bullying" masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang yang perlu diatasi oleh semua pihak.

"Bullying ini menjadi PR kita bersama. Bukan hanya di sekolah-sekolah, tetapi juga sampai ke pesantren," kata Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen di Semarang, Jumat.

Hal tersebut menyusul adanya kasus bullying di Jateng, termasuk kasus dugaan bullying siswa MTs di Kabupaten Pati dan kasus di Kabupaten Pemalang akhir-akhir ini.

Menurut dia, upaya pencegahan tidak cukup dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari keluarga, masyarakat, hingga lembaga pendidikan, termasuk pesantren.

"Karena itu, kita harus betul-betul melakukan langkah pencegahan dan edukasi," kata Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Ia menjelaskan Pemprov Jateng telah mendorong berbagai upaya preventif, termasuk salah satunya melalui Forum Anak Pesantren sebagai ruang edukasi dan partisipasi anak dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman.

Selain itu, pendidikan karakter dan pencegahan perundungan juga mulai diperkuat sejak jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD).

"Kemarin saat Rapat Koordinasi PAUD, kami menyampaikan bahwa salah satu yang harus dibekali kepada para guru adalah bagaimana menciptakan suasana yang nyaman bagi anak-anak. Jangan sampai mereka diberikan beban yang berlebihan," katanya.

Ia mengatakan setiap kasus bullying harus ditangani dengan melihat akar persoalannya, termasuk lingkungan tempat anak tumbuh dan berinteraksi perlu dianalisis agar penyebab perundungan dapat diidentifikasi secara tepat.

"Permasalahan itu harus kita analisis. Jangan-jangan sumbernya ada di lingkungan sekitar, kemudian terbawa ke sekolah. Karena itu, penanganannya tidak bisa hanya dilakukan di lingkungan sekolah saja," katanya.

Ia juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif antara sekolah dan orang tua dalam memantau perkembangan perilaku anak, baik di lingkungan pendidikan maupun di rumah.

"Kita harapkan sekolah-sekolah memiliki komunikasi yang baik dengan orang tua. Bagaimana perilaku anak di sekolah dan bagaimana perilaku mereka di rumah harus saling diketahui. Dengan begitu, potensi bullying bisa ditekan sejak dini," katanya.

Meningkatnya laporan atau pengaduan terkait kasus perundungan justru menunjukkan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk melaporkan setiap dugaan kekerasan terhadap anak.

"Dengan adanya aduan-aduan ini saya justru senang. Artinya, semakin banyak yang berani melapor, semakin banyak pula kasus yang bisa kita tangani. Itu menunjukkan kepedulian masyarakat semakin baik," katanya.

Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.