Pemprov Kalteng dorong lahan rawan karhutla dimanfaatkan secara tepat
Pemprov Kalteng dorong lahan rawan karhutla dimanfaatkan secara tepat
Sabtu, 26 September 2026 11:43 WIB
Upaya tim gabungan melakukan pemadaman kebakaran lahan di Palangka Raya baru-baru ini. (ANTARA/Muhammad Arif Hidayat)
Palangka Raya (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong pemanfaatan lahan secara produktif dengan tepat sebagai salah satu upaya jangka panjang untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala Dinas Kehutanan (Dishut) Kalteng Agustan Saining di Palangka Raya, Jumat, mengatakan pemanfaatan lahan secara tepat dapat membantu menjaga kondisi lahan agar tidak terbengkalai sekaligus meningkatkan pemeliharaan terhadap kawasan yang dinilai rawan terbakar.
"Selain upaya teknis, pemerintah juga mendorong agar lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara produktif," ujar dia.
Ia mengatakan hal itu juga mencakup koordinasi terhadap lahan milik masyarakat maupun yang berada dalam ketentuan kawasan hutan. Pemanfaatannya harus tetap memperhatikan aturan dan ketentuan tata ruang yang berlaku.
"Pak Gubernur melalui tata ruang juga mengarahkan agar lahan-lahan kita yang rawan terbakar bisa diproduktifkan. Kalau masih kawasan hutan, tentu harus sesuai ketentuan," ujar dia.
Sedangkan untuk lahan masyarakat, kata Agustan, pemerintah akan melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan dan kelurahan/desa agar lahan tersebut dapat dimanfaatkan secara produktif.
Baca juga: Pemprov Kalteng terus perkuat mitigasi tangani karhutla
Menurut dia, pemanfaatan lahan secara produktif perlu ditempatkan sebagai bagian dari strategi pencegahan karhutla dalam jangka panjang. Dengan demikian, upaya pengendalian tidak hanya dilakukan setelah kebakaran terjadi, tetapi juga melalui pengelolaan lahan secara berkelanjutan.
"Kalau lahan produktif, tentu akan lebih terjaga," katanya menjelaskan.
Pewarta : Muhammad Arif Hidayat
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.