kingsheadwye.com

Pengamat Ungkap Alasan XLSmart Getol Dapatkan Pita Frekuensi

Selular.ID – XLSmart begitu getol untuk memenangkan lelang pita frekuensi, khusunya untuk pita 700 MHz.

Perusahaan telekomunikasi hasil merger antara XL Axiata dan Smartfren ini rela mengeluarkan dana triliunan rupiah demi mendapatkan pita frekuensi 700 MHz.

Padahal sebelum lelang pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz, XLSmart merupakan satu-satunya operator seluler yang memiliki pita 800 MHz.

Akan tetapi, pasca lelang, XLSmart harus mengembalikan pita frekuensi 900 MHz sebagai konsekuensi terjadinya merger antara XL Axiata dengan Smartfren.

Baca juga:
  • Pengamat Sebut Harga Lelang Pita 700 MHz dan 2,6 GHz Komdigi Terlalu Tinggi
  • Total Pita Frekuensi Milik Telkomsel, XLSmart dan Indosat Usai Dapat 700 MHz dan 2,6 GHz

Usai lelang XLSmart mendapat tambahan lebar pita 30 MHz (2×15 MHz) untuk 700 MHz dan tambahan 50 MHz untuk pita 2,6 GHz.

Jadi, total lebar pita frekuensi milik XLSmart usai bertambahnya dua pita baru tersebut menjadi 217 MHz dan merupakan nomor dua terbanyak.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Namun yang menjadi pertanyaan kenapa XLSmart begitu getol mendapatkan pita frekuensi 700 MHz?

Kepala Pusat Studi Kebijakan Industri dan Regulasi Telekomunikasi Indonesia STEI ITB, Ian Josef Matheus Edward mengatakan pita 700 MHz memiliki cakupan yang lebih jauh.

“Pita 700 MHz adalah untuk coverage atau cakupan yang lebih jauh di banding pita lainnya,” ujar Ian kepada Selular, Kamis (16/7/2026).

Seperti Selular beritakan sebelumnya, pita 700 MHz ini sering disebut sebagai digital dividend karena sebelumnya digunakan untuk siaran TV analog sebelum dialihkan untuk jaringan seluler.

Karakteristik dari pita 700 MHz yakni memiliki jangkauan sinyal yang sangat luas dan daya tembus yang sangat kuat menembus dinding bangunan dan rintangan fisik.

Hal itu tentu saja sangat ideal untuk memperluas jangkauan internet di wilayah pelosok, pedesaan, area terpencil (3T), dan mengatasi blank spot.

“Benar, tentu saja XLSmart ingin perluasan di banyak daerah Indonesia. Tentu dengan 700 MHz, penetrasi broadband selulernya akan lebih cepat,” jelasnya.

Lebih Efisien

Hal senada juga diungkapkan oleh Direktur Eksekutif Indonesia ICT Institute Heru Sutadi yang menyebut ada pertimbangan yang XLSmart lakukan.

Setelah merger, XLsmart memiliki aset spektrum yang lebih beragam, termasuk pita 850 MHz yang memiliki karakteristik propagasi mirip dengan 700 MHz.

“Dengan tambahan 700 MHz, operator dapat membangun lapisan cakupan (coverage layer) yang lebih kuat untuk memperluas layanan 4G dan 5G, terutama di wilayah suburban dan pedesaan,” ungkapnya.

“Jadi, strategi ini bukan sekadar menambah spektrum, tetapi mengoptimalkan portofolio frekuensi agar jaringan lebih efisien dan biaya pembangunan lebih rendah,” lanjutnya.