Viral! Kisah Mahasiswi Rahasiakan Kelulusan Demi Lakukan Aksi Mengharukan Ini
Yogyakarta -
Perayaan kelulusan kuliah kini identik dengan buket bunga, selempang gelar berhias, dan sesi foto studio bersama kerabat. Namun seorang mahasiswi baru-baru ini mendobrak tradisi tersebut dengan cara yang menyentuh hati.
Alih-alih merayakan pencapaian akademisnya dengan bunga dan sesi foto studio, dia memilih membagikan kebahagiaan secara senyap namun berdampak langsung. Dalam video yang diunggah di akun Instagram @arniily, terlihat Arni membuat persiapan yang sangat personal sebelum menghadapi ujian tesisnya. Ia secara sadar memutuskan untuk tidak memberi tahu siapa pun kecuali ibunya, dan sengaja tidak menyiapkan atribut perayaan apa pun.
"Hai teman-teman, saya akan melakukan ujian tesis saya hari ini tanpa bawa bunga, tanpa bikin selempang, dan tanpa ngabarin satu orang pun kecuali mamah. Jadi semoga beruntung dan semoga semuanya berjalan lancar," ucap video di Instagram @arniily.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perayaan sesungguhnya pun dimulai, namun bukan di gedung wisuda atau restoran mewah, melainkan di jalanan kota. Dengan mengendarai sepeda motor, Arni berkeliling untuk mendatangi para pekerja informal, pedagang kecil, hingga pemulung yang ia temui di jalan.
Ia mengajak mereka bersalaman ramah dengan posisi tangan mengepal hangat. Begitu genggaman dilepaskan, para penerima terkejut sekaligus terharu saat mendapati selembar uang kertas pecahan Rp50 ribu tertinggal di telapak tangan mereka.
Gestur sederhana ini langsung memicu senyum lebar dan rasa syukur yang mendalam dari warga, sekaligus mendefinisikan ulang arti sejati dari sebuah kelulusan. Unggahan mahasiswi tersebut sudah ditonton lebih dari 357 ribu kali dan mendapatkan banjir komentar dari warganet.
"Aaa ikut bangga tehh, selamat atas gelarnyaaa mba arniii, aku tau perjalanan gak mudah, dan mba arniii ikut berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang berjuang dijalan🥺👏❤️," kagum akun @intaann.rs.
"Ahhhhh ini dia contoh baik, the best loh serius neng. Liat fenomena skrg yg minta ampun Eforia nya," saut akun @winatawiena.
"Congrats ya kak. Dulu aku jg kuliah di UIN. Sidang tanpa ditemenin ortu bahkan temen2. Bawa bunga dan slempang sendiri foto di kampus. Pulang2 makan ramen😁😁," ujar akun @hastuwijaya.
Konfirmasi Wolipop
Tanpa bunga dan selempang, aksi mahasiswi lulusan UIN Jogja viral usai berbagi ke pemulung hingga warga di jalanan lewat salaman secara sembunyi. Foto: Dok. Instagram @arniily.
Wolipop menghubungi Arni Rahmawati, mahasiswi di balik aksi inspiratif tersebut, untuk mengonfirmasi kisah hangat yang kini tengah menyita perhatian publik. Gadis asal Tangerang itu baru saja lulus S-2 dari UIN Sunan Kalijaga jurusan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Ilmu Budaya.
Arni bercerita mengenai perjuangan di balik layarnya selama kuliah. Di balik keputusannya yang tampak sederhana, ada proses pendewasaan yang ia lalui saat harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja.
"Sejujurnya bukan aku tidak ingin ikut merayakan pencapaian ini seperti teman-teman lainnya, namun setelah aku berpikir kembali, aku menyelesaikan studi ini dengan jalan tidak mudah, ungkap Arni kepada Wolipop.
"Banyak sekali ujian yang aku hadapi terlebih aku di Jogja menyambi kerja paruh waktu, dan kebetulan aku angkatan 2021 jadi terhitung terlambat lulus, jadi saat ini yang aku pikirkan hanya bagaimana aku bisa lulus dengan baik dan tidak menambah semester lebih lama lagi, sudah tidak ada euforia dalam hatiku. Terlebih juga saat ini aku sedikit banyak mengerti bagaimana lelahnya mencari uang, berat sekali rasanya jika harus dihabiskan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat," jelas Arni.
Keputusan tulus untuk mengalihkan anggaran perayaan ke aksi berbagi ini rupanya berbuah respons luar biasa yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Baginya, kehangatan yang ia terima dari para pengguna media sosial menjadi hadiah kelulusan yang sesungguhnya.
"Tapi Qodarullah tidak disangka, video itu ramai di Instagram dan Tiktok pribadiku. Alhamdulillah ada rasa bahagia saat aku banyak baca-baca komentar di sana. Berkat video sederhana tersebut, memotivasi teman-teman di luar sana untuk merayakan dengan cara yang serupa," jelasnya.
"Beberapa komentar juga mengaku merasa lega, karena ternyata banyak di luar sana mahasiswa yang tidak merayakan sebegitu mewahnya, karena memang tidak semua orang mampu untuk melakukannya. Aku senang atas respon semua orang yang bahkan tidak aku kenal, banyak doa serta harapan baik untuk aku. Semoga ini bisa menjadi langkah baik, meskipun kita semua tahu, bahwa setiap orang punya cara merayakannya sendiri," tutup Arni dengan penuh syukur.
(gaf/eny)