kingsheadwye.com

Penyakit Kritis Masih Dominasi Klaim Kesehatan Prudential Indonesia

ILUSTRASI. Pelayanan nasabah di Kantor Prudential, Jakarta (KONTAN/Baihaki)

Reporter: Ade Priyatin | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penyakit kritis masih menjadi penyumbang utama klaim kesehatan di PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia). 

Chief Health Officer Prudential Indonesia Yosie William Iroth mengungkapkan, berdasarkan data klaim kesehatan Prudential Indonesia sepanjang tahun 2025, kanker payudara menjadi penyakit dengan nilai klaim kesehatan tertinggi, yakni lebih dari Rp411 miliar.

Sementara itu, penyakit ginjal kronik mencatat volume klaim tertinggi dengan lebih dari 17.500 klaim yang diajukan nasabah sepanjang tahun 2025.

“Hal ini menunjukkan bahwa penyakit kritis masih menjadi tantangan kesehatan utama yang dapat menimbulkan dampak finansial yang signifikan,” ujar Yosie kepada Kontan, Senin (13/7/2026).

Sejalan dengan itu, Yosie menilai masyarakat masih sangat membutuhkan langkah antisipasi untuk menghadapi risiko kesehatan ini mulai dari upaya deteksi dini, gaya hidup sehat, dan perlindungan kesehatan yang memadai.

Baca Juga: Prudential: Klaim DBD dan Tifus Turun pada 2025, Pencegahan Tetap Jadi Prioritas

Selain itu, perusahaan juga terus berinovasi untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan. Salah satunya adalah produk asuransi jiwa PRULady yang dirancang khusus untuk memberikan perlindungan terhadap risiko kanker payudara.

Lebih lanjut, melalui fitur layanan PRULady Rewards, perusahaan dapat memberikan potongan premi untuk pelanggan yang hasil skriningnya tidak menunjukkan adanya kondisi atau gejala kanker payudara sebagai bentuk apresiasi atas upaya menjaga kesehatan.

Selain itu untuk bisa menjangkau nasabah dari berbagai segmen ekonomi, Yosie mengatakan bahwa perusahaan selalu menerapkan prinsip customer-centric agar bisa menghadirkan produk sesuai kebutuhan dan karakteristik nasabah. 

Dengan upaya mendorong masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat dan memiliki perlindungan kesehatan yang memadai, ia berharap masyarakat bisa lebih siap menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga.

Baca Juga: Prudential Indonesia Terapkan Sejumlah Strategi Ini dalam Mengelola Investasi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News