kingsheadwye.com

Personel Kodim Tarakan Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan

Personel Kodim Tarakan Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan

Sabtu, 22 Agustus 2026 11:29 WIB

Image Print

Personel Kodim 0907/Tarakan berhasil memadamkan kebakaran lahan kosong milik Pemerintah Kota Tarakan sekitar empat hektare di Jalan Padat Karya RT 02, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur pada Jumat malam (21/8). (ANTARA/HO-Kodim Tarakan) (Kaltara)

Tarakan (ANTARA) - Personel Kodim 0907/Tarakan berhasil memadamkan kebakaran lahan kosong milik Pemerintah Kota Tarakan sekitar empat hektare di Jalan Padat Karya RT 02, Kelurahan Pantai Amal, Kecamatan Tarakan Timur pada Jumat malam (21/8).

Dandim 0907/Tarakan Letkol Inf Danan Wisnubrata mengatakan personel Kodim kembali diterjunkan untuk membantu pemadaman dan keterlibatan tersebut dilakukan bersama instansi terkait yang selama ini menangani sejumlah kejadian kebakaran lahan di Tarakan.

“Memang beberapa kali kita turun bersama-sama dengan instansi terkait untuk membantu pemadaman di beberapa titik. Seperti malam ini, begitu ada kejadian di Pantai Amal, personel langsung digerakkan untuk membantu,” kata Danan di Tarakan, Sabtu.

Dia mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 18.00 WITA, dimana api membakar rumput dan semak belukar di lahan kosong yang kondisinya kering akibat musim kemarau.

Menurut Danan, kondisi lahan seperti itu membuat api relatif cepat menjalar, terlebih ketika disertai angin. Karena itu, penanganan tidak hanya diarahkan pada titik api utama, tetapi juga mencegah api merambat ke area lain.

“Kalau melihat kondisi lahannya memang cukup kering. Apalagi ada angin, api bisa cepat berpindah. Jadi yang dilakukan di lapangan bukan hanya memadamkan titik yang terbakar, tetapi juga mengantisipasi supaya tidak meluas,” ujarnya.

Kodim 0907/Tarakan mengerahkan empat personel dan satu unit mobil pemadam.

Penanganan juga melibatkan Badan Penangganan Bencana Daerah (BPBD) dengan tiga mobil tangki air dan tiga pompa pemadam, PMI, Polsek Tarakan Timur, Posal, relawan Kolakar, perangkat kelurahan serta masyarakat.

Dandim menyebut koordinasi antarpersonel menjadi bagian penting dalam proses pemadaman.

Masing-masing unsur bergerak menyesuaikan kebutuhan di lapangan, termasuk memastikan ketersediaan air dan menjangkau bagian lahan yang terbakar, katanya.

“Di lapangan semua saling membantu. Ada yang menangani pemadaman, ada yang menyuplai air, dan ada juga yang memantau titik-titik di sekitar lokasi. Polanya seperti itu supaya pekerjaan lebih cepat,” kata Danan.

Jarak rumah warga terdekat dari lokasi kebakaran sekitar 500 meter. Petugas juga harus memperhatikan arah pergerakan api agar tidak mendekati permukiman.

“Kita juga melihat arah api dan jaraknya dengan permukiman. Jangan sampai kebakaran lahan seperti ini kemudian merambat dan menimbulkan dampak ke rumah warga,” kata Danan.

Setelah hampir lima jam dilakukan penanganan, api berhasil dipadamkan pada pukul 22.45 WITA. Petugas BPBD, PMI dan relawan Kolakar meninggalkan lokasi sekitar pukul 23.27 WITA, setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali.

Danan menghimbau masyarakat, agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama dalam kondisi kemarau ketika rumput dan semak belukar mudah terbakar.

“Kalau memang ada aktivitas di sekitar lahan, jangan sampai menggunakan api sembarangan. Kondisi seperti sekarang cukup rawan. Sekali api membesar dan kena angin, penanganannya bisa jauh lebih sulit,” pungkasnya.

Baca juga: Enam Provinsi di Kalimantan dan Sumatera Jadi Prioritas Penanganan KarhutlaBaca juga: Ditsamapta Polda Kaltara kerahkan 40 personel tangani karhutla

Pewarta : Redaksi
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.