Pertamina MRS Siapkan Pebalap RI Bersaing di Level Dunia, Ini Buktinya
Jakarta -
Bagi pebalap muda Indonesia, Pertamina Mandalika Racing Series ( Pertamina MRS) bukan sekedar ajang berburu podium tingkat nasional. Dari lintasan inilah mimpi besar menuju panggung balap dunia mulai dibangun.
Memasuki Round 3 yang berlangsung pada 25-26 Juli 2026 di Pertamina Mandalika International Circuit, kejuaraan ini kembali melahirkan talenta terbaik. Setiap putaran ini kembali melahirkan talenta terbaik dengan menguji ketajaman insting, mental bertanding, hingga kematangan pengalaman pebalap.
Jejak keberhasilan pebalap Indonesia membuktikan Pertamina MRS sebagai jalur pengemangan talenta yang sangat krusial. Salah satu bukti nyatanya adalah kiprah Veda Ega Pratama, juara Asia Talent Cup 2023.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Veda sukses mencatat prestasi metering sebagai Runner-up Red Bull Rookies Cup dan Moto3. Sebelum bersinar di level internasional, ia lebih dulu mengasah kemampuannya di Pertamina MRS pada kelas 250cc (2023) dan kelas 600cc (2024).
Nama lain yang kian berkembang adalah Muhammad Kiandra Ramadhipa. Pebalap muda yang kini berlaga di Red bull MotoGP Rookies Cup dan Moto3 Junior tersebut pernak bersaing ketat di kelas 250cc Pertamina MRS musim 2023.
Tak kalah membanggakan, Fadillah Arbi Aditama juga menjadikan Pertamina MRS sebagai fondasi kariernya. Ia mencatat sejarah sebagai pebalap Indonesia pertama yang menangani balapan FIM JuniorGP Moto3 di Catalunya pada 2023.
Setelah tiga musim berkompetisi di Eropa dan berlaga di Asia Road Racing Championship (ARRC) AP250 di tahun 2025, kini Arbi naik ke kelas Supersport 600 bersama Astra Honda Racing Team melalui Pertamina MRS 2026. Ia menilai kejuaraan ini memiliki peran penting dalam membentuk karakter pebalap profesional.
"Pertamina MRS menurut saya sangat penting karena membentuk mental dan Mindset pebalap. Saya berharap dari ajang ini akan melahirkan banyak talenta Indonesia yang mampu bersaing di level internasional," ujar Arbi dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7/2026).
Semangat yang sama turut dirasakan pebalap muda asal Lubuk Linggau dari tim Honda MTS AR Speed ASH21, Giovanni Cornelius Gani. Baginya, kejuaraan ini menjadi tempat belajar sekaligus mengasah kepercayaan diri untuk menghadapi persaingan tingkat tinggi.
"Pertamina MRS sangat bagus karena membimbing calon pebalap masa depan Indonesia agar lebih fokus, teliti, dan percaya diri saat balapan," ungkap Giovanni.
Prestasi Giovanni pun terus menunjukkan perkembangan signifikan musim ini. Ia berhasil meraih podium ketiga Indonesia Junior Talent Cup U-15 Race 1 di Pertamina MRS 2026.
Langkah ini diapresiasi oleh CEO Pride Motorsport Eddy Saputra sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan olahraga balap Indonesia. Ia berpesan agar kesempatan emas ini dimanfaatkan dengan maksimal oleh para pebalap muda.
"Dukungan Pertamina merupakan investasi untuk membuka jalan bagi pebalap-pebalap muda Indonesia menuju level dunia. Kesempatan seperti ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk terus berkembang," jelas Eddy.
Sementara itu, VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menegaskan komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan talenta pebalap muda. Pihaknya berupaya menjaga ekosistem kompetisi balap tetap konsisten dan berkelanjutan.
"Pertamina MRS menjadi salah satu bentuk komitmen kami dalam mendampingi perjalanan pebalap muda Indonesia. Kami ingin menghadirkan ekosistem pengembangan talenta yang mampu melahirkan pebalap berprestasi hingga siap bersaing di tingkat internasional," papar Baron.
Rangkaian Pertamina MRS juga merupakan bagian dari persiapan menuju puncak penyelenggaraan Event motorsport dunia. Ajang bertajuk Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 tersebut siap digelar pada Oktober mendatang.
(anl/ega)