kingsheadwye.com

Viral! Kisah Pemilik Kedai Nasgor Beragama Kristen Urus Sertifikat Halal

Jakarta -

Meski beragama Kristen, pemilik kedai makan ini membagikan pengalaman mengurus sertifikat halal resmi. Hanya butuh waktu dua bulan, bisnis kulinernya kini sudah resmi halal!

Sertifikat halal menjadi salah satu hal penting bagi pelaku usaha kuliner di Tanah Air, mengingat mayoritas penduduk adalah muslim. Tak hanya soal bahan makanan, proses sertifikasi juga mencakup penilaian berbagai aspek lain yang berkaitan dengan produksi untuk menjamin kehalalannya.

Seorang pemilik kedai membagikan pengalamannya mengurus sertifikat halal untuk usaha kuliner miliknya. Dilansir dari akun Threads @novanginting, (26/7/2026), Novan mengaku dirinya bukan seorang Muslim, tapi ia sadar akan pentingnya sertifikasi halal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengaku beragama Kristen dan menegaskan tidak perlu berpura-pura menjadi Muslim demi mendapatkan sertifikat halal. Unggahannya kemudian ramai diperbincangkan netizen.

Baca juga: Ketupat Campur Oma Frieda: Sedapnya Ketupat pakai Ayam Kluwek dari Resep 90 Tahun

View on Threads

"Saya Kristen, dan saya nggak perlu sok keislam-islaman agar self proclaim halal kedai saya diterima pelanggan saya," tulisnya dalam unggahan tersebut.

Ia mengaku memilih mengurus sertifikat halal secara resmi melalui Kementerian Agama. Menurutnya, proses tersebut memang cukup rumit karena banyak hal yang harus diperiksa secara detail.

Dalam unggahan lanjutan, ia menjelaskan bahwa konsep halal tidak hanya berkaitan dengan makanan yang bebas dari babi atau alkohol. Ada pula sejumlah aspek lain yang perlu diperhatikan selama proses sertifikasi.

Ia menjelaskan bahwa peralatan makan harus dipastikan tidak digunakan untuk makanan atau minuman non halal. Hal tersebut menjadi salah satu bagian yang menurutnya perlu diperhatikan pelaku usaha.

Selain peralatan makan, rantai pasok bahan baku juga ikut diperiksa dalam proses sertifikasi halal. Ia menyebut tempat pemotongan ayam, air galon isi ulang, hingga es batu turut menjadi perhatian.

"Dan chain supplier pun dicek lho! Tempat pemotongan ayam halal nggak?" tulisnya. "Air galon isi ulang halal nggak? Bahkan es batu pun dicek!"

Dalam proses pengurusan sertifikat halal tersebut, ia mendapat bantuan dari Wishnu Kurniawan Soekarna. Bantuan itu turut mendukung proses sertifikasi kedai hingga mendapatkan dokumen halal resmi.

"Oh iya warga, proses sertifikasi halal kedai saya ini hanya 2 bulanan dan gratis total," tulisnya. Ia bahkan menegaskan tidak membayar biaya apa pun dalam proses tersebut.

Pemilik kedai itu kemudian menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya proses sertifikasi halal. "Asalkan beneran halal, alur supply jelas, proses masak jelas, bahan baku jelas dan tidak ada 'abu-abu'," tulisnya dalam unggahan yang sudah dikonfirmasi tim detikFood (27/7).

Tips Memasak Nasi Goreng yang Benar agar Tidak Lengket dan MenggumpalIlustrasi nasi goreng Foto: wirestock/Freepik

Unggahan Novan viral mendapat lebih dari 21 ribu likes saat berita ini ditulis. Banyak netizen salut dengan usahanya mengurus sertifikat halal. Salah satunya berkomentar, "Salutttt. Bahkan ada loh resto gede di mall nggak ada sertifikat halalnya. Cuma ada tempelan 'no pork no lard'. Selamat yaaa sudah mendapatkan sertifikat halal. Semoga usahanya tambah maju, rezekinya lancarr jaya, Amiin."

Diketahui Novan adalah pemilik kedai Nasi Goreng 86 di Jalan Baran, Menuran, Baki, Sukoharjo. Usaha kaki limanya ini menawarkan nasi goreng sebagai menu andalan. Harganya terjangkau, mulai Rp12 ribu untuk nasi goreng ayam dan bakso.

Ada juga pilihan nasi goreng ati, nasi goreng spesial, nasi mawut, mie goreng ayam, hingga mie godhog. Harga menu termahalnya Rp15 ribu, berupa bakmie dan capcay.

(dfl/adr)