kingsheadwye.com

Pertamina Patra Niaga pastikan penyaluran BBM di Sulawesi terus dioptimalkan

Pertamina Patra Niaga pastikan penyaluran BBM di Sulawesi terus dioptimalkan

Rabu, 23 September 2026 21:35 WIB

Image Print

Arsip- Sejumlah kendaraan mengantre mengisi BBM di salah satu SPBU Kota Palu, senin (22/12/2025). (ANTARA/Moh Ridwan)

Palu (ANTARA) - Pertamina Patra Niaga memastikan penyaluran Bahan Bakar Umum (BBM) di Pulau Sulawesi terus dioptimalkan guna memenuhi kebutuhan bahan bakar di tingkat masyarakat.

"Secara umum kondisi penyaluran berlangsung kondusif, namun masih ada sebagian kecil SPBU di daerah antre pada waktu-waktu tertentu, terutama BBM subsidi," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto melalui keterangan tertulisnya diterima di Palu, Rabu.

Ia mengemukakan Pertamina terus menyesuaikan pola penyaluran berdasarkan perkembangan kebutuhan di masing-masing wilayah, sekaligus upaya menjaga ketahanan stok maupun pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan dengan baik.

Di Sulawesi Tenggara, kata dia, penyaluran BBM sudah kondusif dengan rata-rata distribusi harian sepanjang September sekitar 22,7 persen, dibandingkan rata-rata distribusi normal periode Januari hingga Mei 2026.

"Kami melakukan penambahan jam operasional SPBU, mengoptimalkan penambahan nozzle Pertalite, maupun berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menertibkan pengecer," ujarnya.

Sementara di Sulawesi Tengah (Sulteng), Sulawesi Utara dan Gorontalo kepadatan kendaraan mengisi BBM di SPBU masih terjadi pada waktu-waktu sibuk pendistribusian Biosolar.

Ia menjelaskan di Kabupaten Buol, Sulteng saat ini hanya tersedia dua SPBU reguler, guna menjaga ketahanan stok dan pemerataan penyaluran Pertamina melakukan peningkatan suplai sekitar 5 persen dari rata-rata penyaluran normal harian, kemudian di Gorontalo dilakukan penambahan nozzle Pertalite guna mengurai tumpukan kendaraan.

Sementara di Kota Manado Pertamina telah meningkatkan penyaluran harian Biosolar sebesar 8 persen dibandingkan bulan Agustus serta menambah nozzle Biosolar, sedangkan penyaluran Pertalite dalam kondisi landai.

"Kami mengoptimalkan Marshall SPBU untuk membantu pengaturan antrean, berkoordinasi dengan Depot Tolitoli untuk memprioritaskan pengiriman ke Buol, dan memperketat penyaluran sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), termasuk memastikan kesesuaian kode batang atau QR Code dengan nomor polisi kendaraan, kata Lilik menuturkan.

Ia menuturkan wilayah Sulawesi Selatan dan Barat kondisi antrean di SPBU saat ini sudah normal, meski begitu Pertamina tetap melakukan penguatan pasokan dengan penambahan suplai Pertalite sebesar 35 persen dan Solar sebesar 4,4 persen.

Pertamina juga menerapkan batas maksimal pengisian BBM per hari yang disesuaikan dengan kapasitas tangki standar kendaraan, langkah tersebut dilakukan untuk menjaga supaya penyaluran sampai ke masyarakat sesuai dengan kebutuhan.

"Pengaturan di lapangan terutama di Kota Makassar melalui diberlakukan sistem ganjil-genap pada periode 13 - 20 September 2026 dan pengaturan pengisian BBM bagi kendaraan besar pada malam hari," ucapnya.

Pewarta : Mohamad Ridwan
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026