DEMA UINSA tuntut bukti administratif pengunduran diri rektor - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Jawa Timur, menuntut bukti administratif terkait beredarnya kabar pengunduran diri Rektor UINSA Akh Muzakki di tengah polemik kepemimpinan kampus.
“Jika memang benar rektor telah memutuskan untuk mengundurkan diri, yang kami inginkan adalah bukti normatif bahwa beliau telah mengundurkan diri sebagai Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya,” kata Wakil DEMA UINSA Fadlurrakhman Fazle Purwardana di Surabaya, Rabu.
Fadlurrakhman meminta pimpinan kampus hadir menemui perwakilan mahasiswa untuk memberikan kejelasan terkait kabar tersebut.
“Bukan melalui berita atau omongan, tapi kami ingin bukti normatifnya secara administrasi. Atau kalau perlu beliau datang duduk bersama teman-teman mahasiswa secara akademis,” tegas Ale, sapaannya.
Kabar pengunduran diri Akh Muzakki beredar pada Rabu setelah mahasiswa berulang kali menggelar aksi menolak Muzakki sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030.
Hingga Rabu siang, pihak internal UINSA menyatakan belum menerima keputusan resmi mengenai pengunduran diri tersebut.
“Kami belum menerima berita resminya,” kata Dosen UINSA Mohammad Cholil saat dikonfirmasi.
Sebelumnya, Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) memanggil Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam Rapat Dengar Pendapat untuk membahas persoalan UINSA.
Dalam forum tersebut, Nasaruddin berjanji segera menuntaskan persoalan UINSA dalam waktu tiga hari.
“Kami akan selesaikan tiga hari ke depan,” kata Nasaruddin.
Akh Muzakki dilantik Menteri Agama Nasaruddin Umar sebagai Rektor UINSA periode 2026-2030 pada 15 September 2026.
Sehari setelah pelantikan, mahasiswa menggelar aksi penolakan dan mendesak Muzakki mengundurkan diri.
Pewarta: Willi Irawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.