Perundingan Lebanon-Israel Kemarin Berakhir Lebih Cepat, AS Bilang akan Dilanjutkan Hari Ini
Bagikan:
JAKARTA - Pejabat Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyatakan perundingan Lebanon-Israel di Roma, Italia pada Hari Rabu berakhir lebih awal "akibat situasi di lapangan, namun akan dilanjutkan kembali besok pagi (Kamis)."
Ia menambahkan pembahasan tersebut berfokus pada "berbagai isu politik dan militer serta berlangsung sangat produktif."
Perundingan yang dipimpin AS antara Lebanon dan Israel berakhir lebih awal "akibat situasi di lapangan," demikian disampaikan seorang pejabat Departemen Luar Negeri AS pada Hari Rabu, melansir Al Arabiya (6/8).
Perundingan tersebut berakhir pada pukul 15.30 waktu setempat, lebih cepat dari yang diperkirakan. Pejabat yang berbicara dengan syarat anonimitas tersebut mengatakan pertemuan akan dilanjutkan pada Kamis pagi.
"Pembahasan berfokus pada berbagai isu politik dan militer serta berlangsung sangat produktif," ujar pejabat tersebut.
"Tim teknis telah mencapai kemajuan dalam menetapkan rincian utama terkait pelaksanaan Kerangka Kerja Trilateral," lanjutnya.
Sebelumnya, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS mengatakan kepada Al Arabiya English, terdapat "momentum signifikan" menjelang perundingan tersebut, dengan merujuk pada keberhasilan peluncuran zona percontohan pertama di Lebanon selatan serta pertemuan Presiden Lebanon Joseph Aoun dengan Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih bulan lalu.
BACA JUGA:
Diberitakan sebelumnya, AS memimpin pembicaraan lanjutan antara Israel dan Lebanon, dengan para negosiator berupaya membangun kemajuan terkini menuju implementasi perjanjian kerangka kerja keamanan, pada 4-6 Agustus di Roma, Italia.
Agenda tersebut akan mencakup perluasan inisiatif zona percontohan, penyelesaian sengketa perbatasan yang belum terselesaikan, dan upaya menuju perjanjian perdamaian dan keamanan yang komprehensif antara Israel dan Lebanon.
Namun, saat perundingan berlangsung di Italia, militer Israel kembali menyerang Lebanon pada Hari Rabu, menuding kelompok militan Hizbullah melanggar gencatan senjata, sementara pihak Beirut melaporkan setidaknya satu orang tewas.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+