Perusahaan Bangkrut Gara-Gara Starlink, Begini Kronologinya
Jakarta, CNBC Indonesia - Starlink membuat sebuah perusahaan penyedia internet satelit asal Amerika Serikat (AS), HughesNet, bangkrut. Perusahaan tersebut baru saja mengajukan permohonan kebangkrutan ke pengadilan setempat.
HughesNet mengalami kebangkrutan akibat kehabisan uang tunai dan kehilangan pelanggan yang beralih ke Starlink.
Bukan hanya itu, sekitar 400 karyawan akan di-PHK. Jumlah tersebut mencapai sepertiga dari total keseluruhan karyawan yang berjumlah 1.275 orang.
Pihak perusahaan menyatakan bahwa restrukturisasi akan memungkinkan mereka mengatasi utang, memperkuat struktur modal, dan mempercepat transformasi. Selama proses tersebut, HughesNet berjanji akan terus melayani pelanggan.
"Restrukturisasi akan memungkinkan perusahaan mengatasi utang yang jatuh tempo, baik yang dijamin maupun tidak, memperkuat struktur modal, dan mempercepat transformasi yang tengah berlangsung menjadi bisnis yang berfokus pada perusahaan, pemerintah, dan pertahanan, sambil terus melayani pelanggan," kata HughesNet, dikutip dari PCMag, Selasa (4/8/2026).
Sejak Starlink diluncurkan di AS pada akhir 2020, EchoStar sebagai induk usaha HughesNet telah kehilangan setengah dari basis pelanggannya. Jumlah penggunanya menurun sebanyak 59 ribu menjadi 622 ribu selama kuartal kedua tahun ini.
"Kami terus mengalami peningkatan persaingan dari pesaing berbasis satelit dan teknologi lain," jelas EchoStar.
Nampaknya fenomena penurunan ini tidak akan kembali normal seperti biasanya. Pihak perusahaan dalam dokumen pengadilan menyadari hal tersebut, mengingat ketatnya persaingan pada layanan serupa.
"Perusahaan tidak mengharapkan tren (penurunan pelanggan) ini akan berbalik. Persaingan satelit LEO (orbit Bumi rendah) bersifat struktural, bukan siklikal, dan pesaing terus memperluas jangkauan serta mengurangi biaya," bunyi dokumen pengadilan.
HughesNet mengatakan tengah mengembangkan rencana bisnis multitahun. Dengan begitu, mereka dapat menggeser bauran pendapatan dari bisnis berbasis konsumen menjadi platform yang dipimpin oleh sektor perusahaan dan pemerintah.
"Karena pelanggan tersebut, yang mewakili pangsa pendapatan yang meningkat pada 2025, diperkirakan akan menjadi sumber utama pendapatan konsolidasi di masa depan," kata pihak perusahaan.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]