Perusahaan Indonesia Bidik Bisnis Otomotif di Malaysia dan Singapura
Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan asal Indonesia, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), memperluas bisnisnya ke sektor otomotif dengan rencana mengakuisisi bisnis Cycle & Carriage di Malaysia dan Singapura.
Aksi korporasi tersebut menjadi bagian dari strategi Chandra Asri Group untuk memperkuat bisnis mobilitas sekaligus memperluas jejak perusahaan di kawasan Asia Tenggara.
Mengutip laman Paultan, Senin (24/8/2026), Chandra Asri Pacific telah menandatangani Conditional Sales and Purchase Agreement (CSPA) untuk mengambil alih bisnis otomotif Cycle & Carriage.
Nilai transaksi yang dilaporkan mencapai 265 juta dolar Singapura atau sekitar Rp 844 miliar. Namun, penyelesaian transaksi masih bergantung pada persetujuan dari sejumlah prinsipal otomotif serta pemenuhan persyaratan yang berlaku.
Cycle & Carriage bukan pemain baru di industri otomotif Asia Tenggara. Perusahaan tersebut memiliki sejarah panjang sejak 1899 dan saat ini menjalankan bisnis distribusi serta layanan berbagai merek kendaraan di Malaysia dan Singapura.
Di Malaysia, Cycle & Carriage dikenal memiliki hubungan panjang dengan Mercedes-Benz yang telah berlangsung sekitar 75 tahun.
Selain Mercedes-Benz, perusahaan tersebut juga menangani sejumlah merek kendaraan lain, seperti Fuso, Peugeot, Leapmotor, dan Kia.
Bagi Chandra Asri, rencana akuisisi ini bukan sekadar upaya memperluas portofolio bisnis. Perusahaan ingin menjadikan Cycle & Carriage sebagai bagian dari ekosistem yang menghubungkan sektor energi, infrastruktur, dan mobilitas di Asia Tenggara.
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, mengatakan Cycle & Carriage memiliki sejarah kuat, merek terpercaya, serta tim yang berpengalaman.
Menurut Erwin, bisnis tersebut masih memiliki peluang untuk dikembangkan lebih jauh melalui sinergi dengan ekosistem Chandra Asri yang telah terbentuk.
Chandra Asri juga menyatakan akan mempertahankan identitas, kapabilitas, hubungan dengan pelanggan dan prinsipal otomotif, manajemen, serta sumber daya manusia Cycle & Carriage yang telah terbentuk.
“Kami berpandangan bahwa Cycle & Carriage akan berada pada posisi yang baik dalam ekosistem Chandra Asri Group untuk memanfaatkan sinergi dan peluang kolaborasi yang dapat memperkuat daya saing dan mendukung pertumbuhan di masa depan,” ujar Erwin.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa proses transisi nantinya diarahkan untuk tetap mempertahankan fondasi bisnis Cycle & Carriage yang sudah berjalan.