Kodam Udayana bangkitkan semangat anak korban gempa Flores
...Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak sendiri
Denpasar (ANTARA) - Kodam IX/Udayana membangkitkan semangat anak-anak korban gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang masih berada di pengungsian.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan trauma healing yang digelar prajurit Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 834/WM di Posko Pengungsian Lapangan Golo Congo, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Senin.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IX/Udayana Kolonel Inf Amrizal Nasution mengatakan kegiatan trauma healing dikemas melalui permainan, interaksi dan aktivitas bersama anak-anak pengungsi.
Suasana dibuat lebih ceria untuk membantu mengurangi rasa takut dan kecemasan yang masih dirasakan anak-anak setelah menghadapi bencana gempa bumi.
Amrizal mengatakan pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memenuhi kebutuhan makanan, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan. Kondisi psikologis masyarakat, terutama anak-anak, juga harus mendapat perhatian.
“Pascabencana, kebutuhan masyarakat bukan hanya makanan, tempat tinggal dan pelayanan kesehatan. Kita juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis mereka, khususnya anak-anak,” ujar Amrizal.
Baca juga: BNPB: Korban meninggal akibat gempa NTT bertambah, jadi 100 orang
Menurutnya, trauma healing menjadi salah satu bagian penting dalam membantu anak-anak kembali merasakan suasana aman dan nyaman setelah mengalami situasi yang dapat menimbulkan ketakutan.
“Karena itu, kegiatan trauma healing menjadi bagian penting untuk membantu mengembalikan rasa aman, keceriaan dan semangat mereka,” katanya.
Selain trauma healing, prajurit Yonif TP 834/WM juga bergotong royong bersama warga membersihkan Posko Pengungsian Lapangan Golo Congo.
Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga kebersihan lingkungan pengungsian sekaligus mengantisipasi munculnya penyakit selama warga masih berada di lokasi tersebut.
Amrizal menegaskan, keterlibatan prajurit dalam penanganan pascabencana merupakan bentuk nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat. Bantuan tidak hanya diberikan dalam bentuk logistik, pelayanan kesehatan maupun penyediaan fasilitas pengungsian, tetapi juga melalui pendampingan sosial dan psikologis.
“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa mereka tidak sendiri. Prajurit Kodam IX/Udayana akan terus hadir bersama masyarakat, membantu sesuai kemampuan dan kewenangan yang dimiliki,” katanya.
Ia menambahkan, semangat gotong royong antara prajurit dan masyarakat menjadi salah satu kekuatan dalam melewati masa pemulihan pascabencana.
Kehadiran prajurit Kodam IX/Udayana di tengah anak-anak pengungsi diharapkan mampu menghadirkan kembali keceriaan sekaligus membangun optimisme.
Pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya Kodam IX/Udayana memastikan pemulihan masyarakat terdampak gempa tidak hanya menyentuh aspek fisik, tetapi juga mental dan sosial.
Baca juga: Polri gelar "trauma healing" bagi anak pengungsi gempa di Manggarai
Baca juga: Kementerian ESDM prioritaskan bantu ibu dan anak terdampak gempa NTT
Pewarta: Rolandus Nampu
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.