Perusahaan swasta membantu Rp840 juta untuk renovasi 12 rumah warga Pati
Perusahaan swasta membantu Rp840 juta untuk renovasi 12 rumah warga Pati
Rabu, 21 Oktober 2026 15:41 WIB
General Manager Community Development PT Djarum Achmad Budiharto menyerahkan bantuan rumah sederhana layak huni (RSLH) di Pendopo Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Rabu (21/10/2026). ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.
Pati (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah mengapresiasi peran swasta dalam penanggulangan kemiskinan ekstrem dengan menggelontorkan Rp840 juta untuk memperbaiki 12 unit rumah warga Pati yang tidak layak huni menjadi layak huni.
"Kami mengapresiasi langkah nyata yang dilakukan oleh PT Djarum melalui program Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH) di Kabupaten Pati. Jika tahun ini hanya 12 rumah, mudah-mudahan tahun depan ditambah, karena di Pati masih banyak rumah warga yang tidak layak huni," kata Pelaksana tugas Bupati Pati Risma Ardhi Chandra di sela penyerahan secara simbolis bantuan rumah sederhana layak huni (RSLH) di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu.
Acara penyerahan bantuan tersebut dihadiri Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto, perwakilan dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Pati, serta perwakilan kecamatan dan desa penerima manfaat.
Plt Bupati berharap inisiatif tersebut dapat terus berlanjut dan mendorong banyak pihak untuk ikut terlibat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena kolaborasi dengan para pemangku kepentingan menjadi salah satu kunci untuk memperluas manfaat program sosial agar dapat menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
"Kami harap kerja sama yang terjalin tidak hanya di program RSLH ini, tapi juga di bidang lain dan menjadi contoh bagi pihak lain untuk bersama-sama membantu masyarakat yang membutuhkan," ujarnya.
Sementara itu, General Manager Community Development PT Djarum, Achmad Budiharto mengatakan renovasi dan bangun ulang dilakukan dengan memperhatikan jumlah penghuni di setiap rumah. Dengan begitu, ukuran dan tata ruang mulai dari kamar tidur, dapur, hingga sanitasi disesuaikan agar memberi rasa aman, nyaman, dan sehat.
"Bagaimanapun juga, rumah merupakan salah satu dari tiga pilar kebutuhan hidup pokok manusia. Kami merasa penerima manfaat perlu diberikan tempat yang layak. Karena hal itu berpengaruh terhadap produktivitas, terutama untuk keluarga-keluarga yang masih punya anak kecil. Jadi, kami berharap kalau rumahnya sudah dibenahi, kehidupan mereka bisa lebih sejahtera," ujarnya.
Sesuai dengan program yang sudah berjalan, Budiharto mengatakan pelaksanaan program RSLH melibatkan sejumlah pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat sekitar.
Selama pembangunan atau renovasi berlangsung, perusahaan memberikan bantuan secara menyeluruh, sehingga penerima manfaat tidak perlu menanggung biaya pembangunan. Masyarakat sekitar pun turut dilibatkan untuk memperkuat semangat gotong royong antar-warga.
"Kami juga berharap apa yang kami lakukan ini bisa menjadi trigger buat perusahaan lain untuk ikut membantu masyarakat. Program RSLH menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah mendapatkan hunian yang lebih layak sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup keluarga yang membutuhkan," ujarnya.
Sebelum pelaksanaan serah terima 12 rumah di Pati, program ini telah mencatat penyelesaian 292 rumah di Kudus, 10 rumah di Brebes, 12 rumah di Salatiga, 10 rumah di Wonogiri.
Salah satu penerima bantuan, Syaiful Anam, warga Desa Cengkalsewu, Kecamatan Sukolilo, Pati mengaku bersyukur karena sudah bertahun-tahun tinggal bersama istri dan satu anaknya dalam kondisi rumah kurang nyaman dengan atap rusak, lantai beralas tanah, dan tembok dari anyaman bambu.
Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai penjahit itu mengaku jika harus menunggu tabungan dari hasil pekerjaannya, dipastikan butuh waktu lama untuk bisa memperbaikinya menjadi rumah yang layak huni.
Pewarta: Akhmad Nazaruddin
Editor:
Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.