PLN Edukasi Budaya Aman Berlistrik di Era Digital ke Generasi Muda via PLN Mobile
Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:34 WIB
Jakarta, VIVA – PT PLN (Persero) terus menggencarkan edukasi bagi para anak muda, tentang budaya aman berlistrik melalui PLN Mobile.
Baca Juga
Sosialisasi yang dilakukan oleh Unit Induk Pusat Pengatur Beban Jawa, Madura, dan Bali (UIP2B Jamali), melalui Unit Pelaksana Pengatur Beban Bali (UP2B Bali) itu, dilakukan kepada ratusan siswa SMK Negeri 1 Denpasar dengan tema 'Mewujudkan Budaya Aman Berlistrik di Era Digital Bersama PLN Mobile'.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya PLN meningkatkan kesadaran generasi muda, agar turut berperan dalam mencegah potensi gangguan kelistrikan," kata General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan dalam keterangannya, Minggu, 16 Agustus 2026.
Baca Juga
Ilustrasi Listrik
Photo :
- pexels.com/Pixabay
"Sekaligus memanfaatkan teknologi digital untuk melaporkan kondisi yang berpotensi membahayakan jaringan listrik," ujarnya.
Baca Juga
Dia menjelaskan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari semangat kebersamaan, dalam menyambut momentum kemerdekaan melalui edukasi dan kepedulian terhadap keselamatan serta keandalan kelistrikan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Bali, I Wayan Suwira; Kepala SMK Negeri 1 Denpasar, I Wayan Mustika; dan Manager PLN UP2B Bali, Komang Teddy Indra Kusuma.
Munawwar mengatakan, PLN Mobile menjadi salah satu jembatan antara masyarakat dengan PLN, termasuk untuk melaporkan potensi bahaya maupun kondisi yang dapat mengganggu jaringan listrik.
“Semakin dini potensi gangguan diketahui, semakin cepat pula langkah penanganan dapat dilakukan. Karena itu, kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keselamatan dan keandalan sistem kelistrikan,” ujarnya.
Manager PLN UP2B Bali, Komang Teddy Indra Kusuma mengatakan, dalam sosialisasi ini, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi gangguan di sekitar jaringan listrik.
"Seperti pohon yang terlalu dekat dengan jaringan, bangunan yang melanggar jarak aman, hingga aktivitas bermain layang-layang di sekitar saluran listrik," kata Komang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain memahami risiko tersebut, para siswa juga diperkenalkan dengan PLN Mobile, sebagai sarana memperoleh layanan kelistrikan sekaligus melaporkan potensi bahaya agar dapat segera ditindaklanjuti petugas PLN.
Para siswa juga diajak menjadi agent of change, dengan meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitar. Sehingga, edukasi keselamatan ketenagalistrikan diharapkan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi berkembang menjadi kepedulian bersama dalam kehidupan sehari-hari.
Halaman Selanjutnya
Komang mengatakan, generasi muda memiliki peran penting dalam membangun budaya keselamatan ketenagalistrikan yang berkelanjutan.