PLN mengirim tim pemulihan ke daerah terpencil terdampak gempa Flores
PLN mengirim tim pemulihan ke daerah terpencil terdampak gempa Flores
Senin, 17 Agustus 2026 17:55 WIB
Petugas PLN bersiap menyeberang menuju Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, untuk melakukan pemulihan kelistrikan pascagempa yang mengguncang Flores pada Sabtu (15/8). PLN mengerahkan personel dan peralatan melalui jalur laut untuk memperbaiki Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) serta jaringan kelistrikan yang terdampak gempa di pulau tersebut. (ANTARA/HO-PLN)
Jakarta (ANTARA) - PT PLN (Persero) mengirimkan tim recovery (pemulihan) ke sejumlah wilayah terpencil (isolated) yang mengalami dampak cukup parah, di antaranya Pulau Palue, Kabupaten Sikka dan Golo Lebo, Kabupaten Manggarai Timur.
Penanganan di wilayah terpencil menjadi fokus PLN setelah sistem kelistrikan utama Flores kembali pulih.
“Setelah sistem pembangkit utama Flores kembali pulih, perhatian kami sekarang tertuju pada wilayah-wilayah isolated yang terdampak,” ujar General Manager PLN Unit Induk Pembangkitan (UIK) Dwipantara Rita Triani dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Senin.
Di Pulau Palue yang terletak di sebelah utara Pulau Flores, pasokan listrik masyarakat sebelumnya ditopang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 760 kilowatt (kW) beserta sistem baterai dan genset mobile 2x150 kW.
Kuatnya guncangan gempa menyebabkan sejumlah komponen PLTS dan baterai mengalami kerusakan sehingga pasokan listrik kepada masyarakat terganggu.
Merespons kondisi tersebut, ia mengatakan PLN langsung menerjunkan personel recovery untuk melakukan pemeriksaan sekaligus perbaikan terhadap PLTS, sistem baterai dan genset mobile yang terdampak.
“Untuk Pulau Palue, sambil memperbaiki PLTS dan baterai yang mengalami kerusakan, kami memastikan kondisi kesiapan genset sebagai pasokan sementara agar masyarakat bisa kembali mendapatkan listrik secepat mungkin,” kata Rita.
Ia menjelaskan, proses pemulihan di Pulau Palue memiliki tantangan tersendiri karena lokasi yang terpisah dari daratan utama Flores. Pengiriman personel, peralatan, hingga genset harus dilakukan melalui jalur laut.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya PLN untuk mempercepat pemulihan.
“Akses menuju lokasi memang menjadi tantangan, tetapi tim kami terus bergerak membawa personel dan peralatan yang dibutuhkan. Kami ingin pemulihan tidak hanya berlangsung cepat, tetapi juga dilakukan dengan mengutamakan keselamatan sehingga sistem yang kembali beroperasi benar-benar dalam kondisi aman,” kata Rita.
Selain pembangkit, PLN saat ini juga fokus melakukan perbaikan jaringan distribusi di Pulau Palue yang turut terdampak gempa. Pemulihan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kondisi infrastruktur di lapangan.
Sementara itu, upaya serupa dilakukan di Golo Lebo, Kabupaten Manggarai Timur. PLN terus melakukan perbaikan PLTS berkapasitas 440 kWp yang terdampak gempa. Hingga Senin (17/8), dua sistem baterai yang mengalami kerusakan telah berhasil diperbaiki.
Selanjutnya, baterai akan disambungkan ke PLTS agar bisa menyimpan energi listrik, sehingga bisa kembali melistriki masyarakat.
Rita menegaskan, PLN akan terus mengerahkan sumber daya yang dibutuhkan hingga pasokan listrik di seluruh wilayah terdampak kembali pulih.
“Tim PLN akan terus bekerja sampai listrik kembali hadir dan aktivitas masyarakat di wilayah terdampak dapat berangsur normal,” katanya.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.