PLN UIP KLT Perkuat Daya Saing UMKM dan Potensi Wisata Desa Saing Prupuk
PLN UIP KLT Perkuat Daya Saing UMKM dan Potensi Wisata Desa Saing Prupuk
Jumat, 25 September 2026 22:01 WIB
Penyerahan bantuan TJSL PLN UIP KLT untuk pengembangan UMKM dan wisata Desa Saing Prupuk, Kabupaten Paser. (ANTARA/HO-PLN UIP KLT)
Paser (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Kalimantan Bagian Timur (PLN UIP KLT) melalui Unit Pelaksana Proyek Kalimantan Bagian Timur 1 (UPP KLT 1) terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) “Desa Berdaya Saing Prupuk: Pengembangan Wisata Desa dan Pemberdayaan UMKM Lokal Tahun 2026” di Desa Saing Prupuk, Kecamatan Batu Engau, Kabupaten Paser, Kalimantan Timur.
Memasuki tahun ketiga pelaksanaannya, program tahun 2026 difokuskan pada dua potensi utama desa, yakni pengembangan Wisata Riam Batu Padas dan peningkatan kapasitas serta daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.
Program Desa Berdaya Saing Prupuk telah berjalan secara bertahap sejak 2024. Pada tahun pertama, PLN mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat.
Program kemudian dilanjutkan pada 2025 melalui penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan UMKM, serta identifikasi dan pengembangan potensi wisata desa.
Pada 2026, dukungan tersebut diperluas dengan pemberian sarana pendukung usaha dan serangkaian pelatihan untuk meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam membangun identitas usaha, meningkatkan kualitas promosi melalui pemanfaatan media digital untuk memperluas pemasaran produk.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Mei 2026 melalui penyerahan sarana pendukung bagi pelaku UMKM Desa Saing Prupuk guna menunjang kegiatan produksi dan pengembangan usaha.
Penguatan kapasitas kemudian dilakukan melalui Pelatihan Branding UMKM bertajuk “Menemukan Identitas dan Karakter Usaha” pada 4 Juni 2026 yang diikuti sekitar 20 pelaku UMKM.
Pelatihan tersebut diharapkan membantu peserta mengenali karakter produk dan usaha sebagai dasar dalam membangun merk yang lebih kuat dan mudah dikenali.
Pada 24 Juni 2026, peserta kembali mendapatkan Pelatihan Foto Produk dengan tema “Memaksimalkan Smartphone, Ciptakan Foto Produk yang Menarik dan Bernilai Jual”.
Melalui kegiatan tersebut, pelaku UMKM didorong memanfaatkan perangkat yang dimiliki untuk menghasilkan visual produk yang lebih menarik dan menunjang dalam pemasaran.
Pendampingan berlanjut pada 23 Juli 2026 melalui Pelatihan Pembuatan Konten Promosi Digital bertajuk “Promosi Mudah, Jualan Lebih Percaya Diri”.
Kegiatan ini membekali peserta dengan pemahaman dalam mengemas produk dan cerita usaha menjadi konten promosi yang lebih komunikatif dan relevan dengan perkembangan pemasaran digital.
Sejalan dengan pemberdayaan UMKM, sejak Juni 2026 PLN juga melanjutkan pengembangan sarana dan prasarana pendukung Wisata Riam Batu Padas.
Pengembangan kawasan tersebut mencakup pembangunan jalan beton, area parkir, papan nama dan imbauan, portal, fasilitas kebersihan, serta gerbang wisata yang pengerjaannya dilakukan secara bertahap.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP KLT, Raditya Kuntoro, menyampaikan bahwa program Desa Berdaya Saing Prupuk dirancang agar pelaksanaan TJSL tidak berhenti pada pemberian bantuan, tetapi mampu membangun kapasitas masyarakat untuk mengembangkan potensi ekonominya secara mandiri dan berkelanjutan.
“Kami ingin program TJSL PLN hadir tidak hanya dalam bentuk bantuan, tetapi menjadi proses pemberdayaan yang tumbuh bersama masyarakat. Di Desa Saing Prupuk, kami melihat potensi UMKM lokal dan Wisata Riam Batu Padas dapat dikembangkan dalam satu ekosistem yang saling menguatkan. Ketika UMKM semakin berkembang dan potensi wisata semakin dikenal, kami berharap peluang ekonomi bagi masyarakat juga semakin terbuka,” ujar Raditya.
Menurut Raditya, pembangunan sarana perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia agar manfaat program dapat terus berkembang setelah program terlaksana.
“Karena itu, selain pembangunan sarana, kami memberikan perhatian pada peningkatan kompetensi masyarakat. Mulai dari bagaimana UMKM membangun karakter usahanya, menghasilkan foto produk yang menarik, hingga memanfaatkan konten digital untuk promosi. Harapannya, pengetahuan yang diperoleh dapat langsung diterapkan dan memberikan nilai tambah bagi usaha masyarakat,” tambahnya.
Desa Saing Prupuk memiliki beragam produk UMKM potensial, antara lain ecoprint, jahe merah, madu kelulut, serta berbagai produk olahan pangan dan kerajinan. Sementara itu, Riam Batu Padas menjadi salah satu potensi wisata desa yang terus dapat dikembangkan.
Pengembangan kedua sektor tersebut diarahkan agar dapat saling mendukung. Seiring berkembangnya kunjungan ke kawasan wisata, produk-produk UMKM lokal diharapkan memiliki ruang pemasaran yang semakin luas sekaligus menjadi bagian dari identitas dan daya tarik Desa Saing Prupuk.
Melalui program ini, PLN UIP KLT berharap pengembangan wisata dan pemberdayaan UMKM dapat tumbuh sebagai satu ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan.
Pembangunan sarana Wisata Riam Batu Padas akan terus dilanjutkan sesuai tahapan program dan disertai pendampingan masyarakat agar manfaat yang tercipta dapat terus berkembang serta memberikan dampak ekonomi jangka panjang bagi Desa Saing Prupuk.
Baca juga: Malinau usulkan pemenuhan listrik wilayah pedalaman dan perbatasan
Baca juga: YBM PLN UIP KLT Dukung Pengembangan UMKM di Balikpapan melalui Bantuan Usaha
Pewarta : Redaksi
Editor:
Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.