Polres Bangka Barat beri penyuluhan cegah perundungan di sekolah - ANTARA News Bangka Belitung
Bangka Barat, Babel (ANTARA) - Kepolisian Resor Bangka Barat, Polda Kepulauan Bangka Belitung memberikan penyuluhan kepada para siswa, guru dan pengelola sekolah guna mencegah kemungkinan terjadi perundungan dan kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
"Pada Program Polwan Ke Sekolah kali ini kita menyasar SD Muhammadiyah Mentok, kita memberikan penyuluhan agar mereka berani menjaga diri dari kekerasan seksual dan mencegah aksi perundungan," kata Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak di Mentok, Kamis.
Menurut dia, Program Polwan Ke Sekolah penting dilakukan untuk memberikan berbagai informasi dan pemahaman menyeluruh terhadap berbagai pelanggaran hukum sekaligus upaya pencegahan agar anak-anak mampu membentengi diri masing-masing dari kejahatan tersebut.
AKBP Helen bersama sejumlah Polisi Wanita (Polwan) hadir langsung di tengah para pelajar memberikan berbagai informasi yang dikemas interaktif agar pesan mengenai keamanan diri dapat diterima anak-anak dengan cara yang mudah dipahami.
Dalam kegiatan itu, para siswa diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengenali tubuh sendiri, termasuk memahami batasan terhadap sentuhan dari orang lain.
Polwan juga mengajak para pelajar untuk berani menolak apabila mendapatkan perlakuan atau sentuhan yang membuat mereka merasa tidak nyaman.
Pesan yang disampaikan tidak hanya sebatas mengenali bagian tubuh yang harus dilindungi, tetapi juga mendorong anak untuk berani bercerita kepada orang yang dipercaya apabila mengalami atau melihat tindakan yang mengarah pada kekerasan seksual.
"Edukasi seperti itu penting diberikan sejak usia dini, anak-anak perlu dibekali keberanian untuk menjaga dirinya sekaligus mengetahui langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi situasi yang membuat mereka tidak aman," katanya.
Melalui kegiatan itu diharapkan anak-anak paham bagian tubuh yang boleh disentuh dan yang tidak boleh disentuh orang lain serta memiliki keberanian untuk menjaga dan melindungi dirinya sejak dini.
Selain menyampaikan materi, para personel juga memberikan kesempatan kepada para siswa mengajukan pertanyaan dan menyampaikan pendapat.
Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-78 Polwan tersebut diharapkan tidak hanya mampu mengenalkan sosok polisi kepada anak-anak, tetapi juga memperkuat pesan polisi hadir di tengah masyarakat memberikan perlindungan dan rasa aman.
Kepala SD Muhammadiyah Mentok, Sastriadi menyambut baik kegiatan tersebut karena edukasi mengenai perlindungan diri menjadi pengetahuan penting bagi para siswa dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita juga berupaya agar bisa bersama-sama mencegah kekerasan terhadap anak, mereka membutuhkan edukasi sejak dini agar berani berbicara ketika menghadapi sesuatu yang membuat mereka merasa tidak aman," katanya.
Pewarta: Donatus Dasapurna Putranta
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.