Polri tanam bawang putih di 279,5 hektare, bidik produksi 2.795 ton - ANTARA News Jambi
Jakarta (ANTARA) - Polri melaksanakan penanaman bawang putih secara serentak pada lahan seluas 279,5 hektare di wilayah 14 polda untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
Berdasarkan keterangan resmi Polri yang diterima di Jakarta, Rabu, penanaman tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 2.795 ton bawang putih yang dapat dipanen pada kuartal IV 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut dipusatkan di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), sekaligus dengan panen raya bawang putih pada lahan seluas 105 hektare dengan potensi hasil mencapai 1.050 ton.
Pada kesempatan yang sama, Polri melakukan peletakan batu pertama pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri seluas 250 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan mencapai 300 ton bawang putih.
Keberadaan gudang tersebut diharapkan memperkuat pengelolaan pascapanen melalui penyediaan sarana penyimpanan yang memadai sehingga kualitas hasil produksi tetap terjaga sebelum diserap dan didistribusikan.
Dalam mendukung sektor pertanian, Polri memberikan bantuan 81 unit traktor tangan dan lima unit pompa air tenaga surya.
Kementerian Pertanian turut memberikan sembilan unit traktor tangan, satu unit traktor roda empat, serta 19 unit pompa air, sedangkan PT Pupuk Indonesia memberikan bantuan 17 ton pupuk.
Selain memperluas lahan tanam, Polri bekerja sama dengan Kelompok Tani Pusuk Pujata di Sembalun untuk mengembangkan bibit bawang putih yang dapat dibudidayakan di wilayah dengan ketinggian kurang dari 1.000 meter di atas permukaan laut.
Pengembangan tersebut diharapkan membuka peluang perluasan sentra produksi bawang putih ke wilayah dataran yang lebih rendah.
Melalui kolaborasi dari hulu hingga hilir tersebut, Polri berharap produksi bawang putih dalam negeri terus meningkat sehingga ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi sekaligus mendukung terwujudnya swasembada bawang putih nasional.
Kegiatan tersebut dihadiri Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto atau Titiek Soeharto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.
Baca juga: Polres Bengkayang panen 5 ton jagung dari lahan Eks-PETI
Baca juga: RAPBN 2027: Jaga ketahanan pangan, nyalakan kemandirian energi
Baca juga: Anggaran ketahanan pangan Rp195,3 triliun pada RAPBN 2027
Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Uploader : Ariyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.