Prabowo mengingatkan demokrasi dapat dibajak lewat uang dan teknologi
Prabowo mengingatkan demokrasi dapat dibajak lewat uang dan teknologi
Sabtu, 19 September 2026 04:37 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan saat menghadiri perayaan HUT ke-28 PAN di JICC, Jakarta, Jumat (18/9/2026). Perayaan HUT ke-28 PAN itu mengusung tema Gerak Cepat Bantu Rakyat. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/wpa.
Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan demokrasi dapat dibajak oleh pihak yang memiliki kekuatan ekonomi besar melalui penggunaan uang hingga teknologi untuk memengaruhi masyarakat.
Prabowo dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat malam, mengatakan demokrasi harus dijaga agar tidak dikuasai pihak-pihak yang memiliki kekuatan finansial besar.
"Kita harus hati-hati bahwa demokrasi bisa dibajak. Demokrasi bisa dibeli," kata Prabowo.
Menurut Prabowo, pihak yang memiliki kekuatan ekonomi besar dapat menggunakan uang untuk memengaruhi berbagai unsur dalam kehidupan politik dan pemerintahan.
Ia menyebut upaya tersebut dapat menyasar tokoh politik hingga aparat penegak hukum dan pejabat negara.
"Mereka mau membajak demokrasi kita. Mereka mau menyogok tokoh-tokoh politik kita. Mereka mau membelinya, nyogok hakim, nyogok jaksa, nyogok jenderal, nyogok menteri, mereka mau nyogok presiden," katanya.
Selain penggunaan uang, Prabowo menyoroti pemanfaatan teknologi dan media sosial untuk memengaruhi masyarakat.
Ia menyebut algoritma, pendengung atau buzzer, serta akun robot dapat digunakan untuk menyebarkan informasi dan fitnah guna memengaruhi pandangan masyarakat.
"Rakyat kita dirusak. Coba mereka pengaruhi dengan fitnah. Alhamdulillah rakyat kita tidak bodoh," katanya.
Prabowo mengatakan ancaman semacam itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga dialami sejumlah negara.
Menurut dia, bentuk peperangan modern tidak selalu dilakukan melalui pengerahan pasukan dalam jumlah besar, tetapi dapat diawali dengan upaya merusak masyarakat melalui informasi di media sosial.
"Perang sekarang tidak perlu dengan kirim pasukan banyak," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menegaskan dukungannya terhadap demokrasi dan reformasi.
Ia mengatakan PAN memiliki sejarah dalam gerakan reformasi dan menyebut dirinya telah mendukung demokrasi sejak masih menjadi prajurit TNI.
"Kita, cita-cita kita sama, kita ingin demokrasi. Jangan salah, saya di tentara, saya mendukung demokrasi. Saya mendukung reformasi," katanya.
Sebelumnya, Prabowo juga pernah mengingatkan agar demokrasi tidak dibajak oleh pihak-pihak yang memiliki banyak uang.
Dalam amanat pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Cikeas, Bogor, Rabu (1/7), Prabowo mengingatkan agar demokrasi tidak dibajak oleh pihak yang memiliki banyak uang dan tidak dirusak oleh kepentingan asing.
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.