Prabowo Optimis Dividen BUMN Tembus Rp 200 T, Ini Data 6 Tahun
Gelson Kurniawan, CNBC Indonesia
14 August 2026 11:18
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengalami peningkatan signifikan. Dividen BUMN tercatat mencapai Rp142,3 triliun pada 2025 dan diproyeksikan kembali meningkat menjadi Rp200 triliun pada 2026.
Capaian tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan realisasi dividen BUMN beberapa tahun sebelumnya. Data Kementerian BUMN menunjukkan dividen perusahaan pelat merah sempat turun pada masa pandemi, sebelum melonjak sejak 2023.
Dividen BUMN turun dari Rp43,9 triliun pada 2020 menjadi Rp29,5 triliun pada 2021. Namun, nilainya berangsur pulih menjadi Rp39,7 triliun pada 2022 dan melonjak lebih dari dua kali lipat menjadi Rp81,2 triliun pada 2023.
Tren peningkatan berlanjut pada 2024 dengan realisasi Rp85,5 triliun. Setahun berikutnya, dividen BUMN melesat 66,4% menjadi Rp142,3 triliun. Apabila target Rp200 triliun tercapai, dividen 2026 akan meningkat sekitar 40,5% dibandingkan 2025.
Mengapa Prabowo Menyebut Rp53 T dan Rp138 T?
Angka Rp53 triliun pada 2024 dan Rp138 triliun pada 2025 yang disebut Prabowo merupakan kontribusi setelah memperhitungkan PMN atau Penanaman Modal Negara.
Pada 2024, BUMN membayar dividen sekitar Rp85,5 triliun, tetapi pemerintah masih memberikan PMN kepada sejumlah perusahaan negara. Setelah komponen tersebut diperhitungkan, kontribusi bersihnya disebut sekitar Rp53 triliun.
Pada 2025, dividen keseluruhan mencapai Rp142,3 triliun, sedangkan kontribusi di luar PMN disebut Rp138 triliun. Selisih keduanya sekitar Rp4,3 triliun.
Adapun target Rp200 triliun pada 2026 diproyeksikan tercapai tanpa PMN. Karena itu, seluruh dividen tersebut dapat menjadi kontribusi bersih yang dikelola dalam ekosistem kekayaan negara melalui Danantara.
-
Sanggahan: Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
[email protected]
(gls/gls)