Pramono sebut ekonomi Jakarta terjaga di tengah tekanan geopolitik
Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan ekonomi Jakarta terjaga di tengah tekanan geopolitik ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,52 persen secara tahunan pada triwulan II 2026.
"Yang secara signifikan terlihat adalah kontribusi terhadap PDRB. Jakarta memberikan kontribusi Rp1.050,02 triliun dari Rp6.552 triliun untuk PDRB-nya. Ini menunjukkan bahwa Jakarta terjaga pertumbuhan ekonominya ketika tekanan geopolitik sedang terjadi," kata dia di Balai Kota Jakarta, Rabu.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga mengemukakan inflasi tahunan Jakarta pada Juli 2026 sebesar 2,5 persen, lebih rendah dari nasional yang mencapai 2,88 persen.
"Memang harus ada kerja detail. Dan kebetulan di Jakarta ini infrastrukturnya relatif lebih baik. Orkestrasi Pemerintah di Jakarta ini dalam kondisi geopolitik yang seperti ini, hampir semua makro ekonomi Jakarta ini selalu kalau tidak nomor satu nomor dua," kata dia.
Baca juga: Ekonomi Jakarta pada triwulan II-2026 tumbuh 5,52 persen
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun berkomitmen ingin terus menjaga agar Jakarta tetap aman dan nyaman.
"Mudah-mudahan pertumbuhan nasional dan juga pertumbuhan Jakarta bisa menjaga momentum dalam keadaan dunia yang sedang seperti ini. Pertumbuhan ekonomi nasional bisa 5,29 persen itu juga cukup baik," kata dia.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyampaikan, lapangan usaha dengan kontribusi terbesar pada perekonomian Jakarta pada triwulan II 2026 yakni perdagangan besar dan eceran yang memberikan kontribusi 18,24 persen.
Selanjutnya, jasa keuangan dengan kontribusi 11,16 persen dan konstruksi yang berkontribusi sebesar 10,84 persen terhadap ekonomi Jakarta.
“Ini sejalan dengan realisasi penanaman modal baik penanaman modal asing maupun dalam negeri, telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan,” kata Kepala BPS DKI Jakarta, Kadarmanto.
Baca juga: Pramono: Pemprov perkuat "sport tourism" gerakkan ekonomi Jakarta
Baca juga: Pemprov DKI sebut 5,53 juta angkatan kerja jadi kekuatan ekonomi
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.