kingsheadwye.com

Program rekening massal bisa dongkrak inklusi keuangan jadi 99 persen

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Program Satu Orang Satu Rekening dapat meningkatkan inklusi keuangan nasional hingga 99 persen.

Angka tersebut ditargetkan meningkat dari tingkat inklusi keuangan pada 2026 yang mencapai 93,61 persen, sebagaimana tercantum dalam Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK).

“Kami siapkan program satu orang satu rekening dan dengan program ini inklusivitas keuangan kita mendekati 99 persen. Jadi naik dari 93 menjadi 99 persen," ujar Airlangga dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di Jakarta, Kamis.

Sebagaimana diketahui Program Satu Orang Satu Rekening bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal sehingga semakin banyak masyarakat dapat terhubung dengan sistem keuangan nasional.

Melalui program ini, pemerintah berencana mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,28 triliun, termasuk untuk menyediakan setoran awal sebesar Rp50.000 per rekening.

Airlangga menyebutkan bahwa program tersebut akan menyasar 25 juta warga berusia 17 tahun ke atas yang termasuk dalam kelompok desil 1-4 atau kelompok prasejahtera.

"Saat ini datanya sedang disiapkan oleh BRI dan Bank Syariah Indonesia (BSI)," jelas dia.

Selain melalui Program Satu Orang Satu Rekening, pemerintah juga berupaya memperkuat inklusi keuangan melalui berbagai program lainnya.

Salah satunya adalah program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), yang sudah diikuti oleh 59,18 juta peserta dengan total dana tabungan mencapai Rp27 triliun.

Program ini bertujuan meningkatkan inklusi dan literasi keuangan sejak dini agar pelajar dapat memahami serta mengelola keuangan dengan baik.

Pemerintah juga memperluas akses pembiayaan melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit untuk sektor pertanian dan industri padat karya, serta program perumahan.

Berbagai upaya tersebut dikembangkan melalui sejumlah kanal, termasuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

Secara keseluruhan, pemerintah menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp300 triliun tahun ini.

Hingga 20 Oktober 2026, realisasi penyaluran kredit telah mencapai Rp257,84 triliun, dengan jumlah penerima sebanyak 4 juta debitur.

Pemerintah juga memperluas akses pembiayaan bagi perempuan prasejahtera melalui penurunan suku bunga kredit.

Menko Airlangga menyebutkan bahwa Prabowo telah mengarahkan agar suku bunga kredit bagi kelompok tersebut diturunkan menjadi 8 persen per tahun.

“Yang terbaru arahan Bapak Presiden kredit perempuan prasejahtera bunganya diturunkan dari 18 persen sampai 25 persen menjadi 8 (persen) flat per tahun. Jadi sudah dilaksanakan,” tuturnya.

Baca juga: Airlangga ungkap alasan anggaran rekening massal turun jadi Rp1,28 T

Baca juga: Pemerintah sebut penyediaan rekening massal disertai edukasi keuangan

Baca juga: Pemerintah sisir data calon penerima program rekening massal

Pewarta: Bayu Saputra
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.