kingsheadwye.com

Proyek Energi Jadi Katalis Pertumbuhan TUGU

ILUSTRASI. Pendapatan Asuransi Meningkat (KONTAN/Baihaki)

Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU) mencatat kinerja positif hingga Juni 2026, dengan segmen kebakaran dan marine cargo menjadi penopang utama.

Pendapatan jasa asuransi segmen kebakaran tumbuh 13,6% secara tahunan menjadi Rp 1,69 triliun. Segmen ini menyumbang sekitar 38% dari total pendapatan jasa asuransi TUGU yang mencapai Rp4,44 triliun. Sementara hasil jasa asuransinya melonjak 167,1% menjadi Rp 437,8 miliar.

Kinerja marine cargo juga menguat. Pendapatan jasa asuransi naik 16,7% menjadi Rp 211 miliar, sedangkan hasil jasa asuransi tumbuh 23,4% menjadi Rp 97,1 miliar. Jika digabungkan, kedua segmen tersebut membukukan pendapatan jasa asuransi sekitar Rp 1,90 triliun atau 42,8% dari total pendapatan TUGU.

Pertumbuhan ini sejalan dengan pengalaman TUGU dalam menggarap asuransi sektor migas, termasuk perlindungan aset bernilai besar dan risiko kompleks. Prospek bisnis dinilai masih terbuka seiring berlanjutnya aktivitas hulu migas dan bertambahnya proyek produksi baru.

Baca Juga: Gap Inklusi dengan Literasi Perasuransian Masih Lebar, Ini Kata Tugu Insurance

Ke depan, peningkatan aktivitas pengeboran dan pengembangan proyek hulu migas berpotensi mendorong permintaan asuransi untuk aset produksi, konstruksi, marine cargo, offshore, hingga liability.

Menurut analis NH Korindo Sekuritas Indonesia Leonardo Lijuwardi, besarnya pipeline investasi energi nasional berpotensi menjadi katalis bagi TUGU. Pengalaman di sektor migas, kemampuan menangani risiko kompleks, serta kapasitas keuangan menjadi keunggulan TUGU dalam menggarap proyek energi berskala besar.

“Ketika proyek-proyek energi berskala besar memasuki tahap konstruksi dan operasional, kebutuhan terhadap perusahaan asuransi dengan kemampuan teknis seperti ini akan semakin relevan,” ujar Leonardo dalam keterangannya, Jumat (4/9/2026).

Salah satu peluangnya adalah proyek LNG Abadi Blok Masela senilai sekitar US$20,9 miliar. Proyek tersebut berpotensi menciptakan kebutuhan asuransi di berbagai tahap, mulai dari engineering dan konstruksi, pengangkutan peralatan, instalasi fasilitas offshore dan onshore, hingga perlindungan aset saat beroperasi.

Leonardo menilai kapabilitas teknis, pengalaman di risiko migas, dukungan reasuransi, dan kapasitas keuangan membuat TUGU berpeluang berpartisipasi dalam proyek-proyek energi besar seperti Masela.

Baca Juga: Tugu Insurance Sebut Rencana Konsolidasi Asuransi BUMN Masih Dalam Tahap Kajian

Selain energi, kata Leonardo, kemampuan menangani risiko kompleks memberikan ruang bagi TUGU untuk memperkuat penetrasi pada lini lain seperti aviasi, engineering, offshore, marine hull, liability, hingga berbagai proyek infrastruktur dan industri berskala besar. 

Karakter bisnis tersebut relatif berbeda dengan asuransi ritel karena membutuhkan keahlian underwriting yang lebih spesifik, kemampuan membaca eksposur risiko, serta dukungan kapasitas reasuransi yang kuat.

Dengan basis tersebut,  Leonardo melihat TUGU berpeluang tetap menjadi salah satu perusahaan asuransi yang diandalkan untuk menopang kebutuhan perlindungan sektor energi dan industri turunannya. 

“Pertumbuhan hasil jasa asuransi pada segmen kebakaran dan marine cargo hingga Juni 2026 menjadi indikasi bahwa kompetensi pada risiko kompleks tidak hanya memberikan skala pendapatan, tetapi juga semakin kuat dalam menghasilkan profitabilitas underwriting bagi TUGU.” pungkas Leonardo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag

  • Asuransi
  • PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU)