Puluhan warga Surabaya disiapkan jadi pelaku usaha mandiri - ANTARA News Jawa Timur
Surabaya (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menyiapkan puluhan warga yang ada di wilayah setempat untuk menjadi pelaku usaha mandiri secara ekonomi, dengan memberikan pelatihan perawatan wajah.
Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, mengatakan pelatihan itu merupakan bagian dari upaya Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) setempat agar warga dapat lebih mandiri secara ekonomi.
"Jadi pelatihan tersebut merupakan upaya dari PKK Kota Surabaya dalam memberdayakan masyarakat. Pelatihan kali ini merupakan CSR dari Miracle," kata Agus Hebi di Surabaya, Jumat.
Ia mengemukakan, pihaknya terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan keterampilan yang dapat membuka peluang ekonomi baru.
Ia mengatakan, pelatihan tersebut menyasar 54 warga Surabaya yang merupakan perwakilan dari 31 kecamatan dan dibuka langsung oleh Ketua TP PKK Kota Surabaya, Rini Indriyani.
Menurutnya, sebanyak 54 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut sebelumnya telah melalui proses seleksi. Pada awalnya, terdapat sekitar 98 calon peserta yang kemudian dilakukan kurasi dengan mempertimbangkan sejumlah kriteria, termasuk usia peserta.
"Awalnya peserta sekitar 98 orang, terus dikurasi, karena memang dipilih yang muda-muda, untuk dikursuskan mengikuti pelatihan perawatan wajah. Nanti diharapkan mereka bisa mandiri untuk bisa mendapatkan pendapatan," tutur Hebi.
Pelatihan ini berlangsung pada 3-5 September 2026 dan pelaksanaannya dibagi menjadi tiga batch dengan masing-masing 18 peserta.
Hebi juga menjelaskan bentuk materi yang diberikan fokus pada keterampilan perawatan wajah, bukan sekadar tata rias. Sehingga, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai kesehatan kulit wajah hingga teknik totok wajah.
"Pelatihannya berupa perawatan wajah, seperti totok wajah untuk kesehatan kulit, dan sebagainya. Jadi, bukan seperti makeup artist (MUA)," ucapnya.
Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai bukti keterampilan yang telah mereka kuasai. Sertifikat tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu modal bagi peserta untuk mengembangkan keterampilan yang diperoleh.
Selain membuka peluang bagi peserta untuk memperoleh penghasilan secara mandiri, keterampilan tersebut juga diharapkan dapat dimanfaatkan di lingkungan perangkat daerah (PD) Pemkot Surabaya maupun Dharma Wanita.
Agus menyebut pelatihan perawatan wajah melalui program CSR Miracle merupakan kegiatan perdana. Meski demikian, Disperinaker Surabaya sebelumnya juga telah memiliki program pelatihan dengan bidang keterampilan serupa.
"Kalau di kita Disperinaker juga ada pelatihan perawatan wajah. Nah, di tahun 2026 ini sudah dilaksanakan," katanya.
Pewarta: Indra Setiawan
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.