PSSI ancam sanksi pengurangan poin bagi klub gagal jaga suporter - ANTARA News Bengkulu
Jakarta (ANTARA) - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengancam akan memberikan sanksi pengurangan poin bagi klub-klub di liga sepak Indonesia yang gagal dalam menjaga pendukung atau suporter agar tidak melakukan tindakan anarkis.
"Saya akan mendorong klub-klub yang tidak bisa menjaga suporternya (bisa saja mendapat) pengurangan poin sekarang. Tapi saya kasih kesepakatan dulu, ya, cuma, kami akan lakukan tindak tegas pastinya," kata Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa.
Ia menyampaikan hal itu menanggapi peristiwa penyerangan dari oknum suporter terhadap rombongan tim Elite Pro Academy (EPA) Persib di Rest Area Batang KM 360, Jawa Tengah maupun penyerangan terhadap suporter Persija di Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Tengah.
Erick yang juga menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga itu menjelaskan bahwa aksi penyerangan tersebut sudah menjurus pada tindakan kriminalitas.
Ia mencontohkan dalam video penyerangan terhadap bus tim EPA Persib, terdapat ada oknum suporter yang membawa barang tumpul, menghancurkan bus.
"Mana ada menonton bola bawa alat pukulan, nah ini konteksnya kan artinya kan sudah ada pemikiran (untuk melakukan kekerasan). Ataupun yang sekarang oknum suporter yang satu lagi membalas, nah ini sama," katanya.
Erick pun memberikan kesempatan kepada operator liga dan klub untuk bersepakat dalam hal jaminan memastikan keamanan sebuah pertandingan. Jika tidak ada kesepakatan, kata dia, maka PSSI akan melakukan intervensi.
"Ya jangan-jangan tidak ada lagi suporter away lagi," katanya.
Ia mengatakan bahwa komitmen bersama untuk menjaga dan menjamin keamanan pertandingan maupun suporter sudah menjadi kesepakatan bersama operator liga maupun klub sejak awal.
Larangan suporter away, kata dia, sudah berlangsung hampir empat tahun sehingga diharapkan ada efek jerah. Namun, kata dia, ketika larangan itu dicabut dan suporter away diperbolehkan, ternyata muncul lagi peristiwa anarkis.
"Masa enggak kapok juga gitu. Nih, ini sudah dikasih (izin untuk suporter away) pada musim ini, baru ini pertama dikasih, massa kejadian lagi gitu," katanya.
Erick menambahkan pihaknya tidak tidak ingin menyalahkan salah satu pihak dalam peristiwa kekerasan oknum suporter, namun, ia mengingatkan semua pihak harus berkonsolidasi dan mewujudkan komitmen menciptakan pertandingan sepak bola tanpa adanya aksi anarkisme.
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.