26 Merek Mobil Berdarah-darah pada September, Penjualan Mitsubishi Terparah
Warta Ekonomi, Jakarta -
Pasar mobil nasional mulai kehilangan tenaga pada September 2026. Sebanyak 26 merek mencatat penurunan penjualan ritel dibandingkan bulan sebelumnya, dengan sejumlah pemain bahkan harus kehilangan ratusan hingga lebih dari seribu unit dalam satu bulan.
Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan retail sales atau penjualan mobil dari diler ke konsumen turun dari 83.421 unit pada Agustus menjadi 81.243 unit pada September 2026.
Artinya, pasar menyusut 2.178 unit atau 2,6 persen hanya dalam sebulan.
Baca Juga: Mobil Bensin Kehilangan Tahta, EV Ambil Alih Pasar Global
Tekanan paling keras menghantam Mitsubishi Motors. Penjualan merek tersebut anjlok 1.046 unit, dari 5.561 unit pada Agustus menjadi hanya 4.515 unit pada September.
Aion menjadi merek dengan penurunan terbesar kedua. Penjualannya terpangkas 597 unit, dari 1.001 unit menjadi 404 unit.
Suzuki juga tidak luput dari koreksi. Penjualan merek asal Jepang tersebut turun 493 unit, dari 6.118 unit pada Agustus menjadi 5.625 unit pada September.
Penurunan tajam juga terjadi di segmen kendaraan niaga. Mitsubishi Fuso kehilangan 469 unit penjualan, dari 4.637 unit menjadi 4.168 unit. Sementara itu, penjualan Hino merosot 434 unit, dari 3.258 unit menjadi 2.824 unit.
Jika dilihat dari persentasenya, tekanan bahkan lebih brutal pada sejumlah merek dengan volume penjualan kecil.
Aion mencatat penurunan 59,64 persen. Dari 1.001 unit pada Agustus, penjualannya tinggal 404 unit pada September.
Aletra turun 59,18 persen, dari 98 unit menjadi 40 unit. Danza terpangkas 55,68 persen, dari 519 unit menjadi 230 unit.
BAIC juga kehilangan lebih dari separuh penjualannya. Merek tersebut turun 54,90 persen, dari 102 unit menjadi hanya 46 unit.
Chery ikut mengalami tekanan dengan penurunan 39,32 persen, dari 768 unit menjadi 466 unit. Sementara Morris Garage (MG) turun 14,41 persen, dari 597 unit menjadi 511 unit.
Pada merek dengan volume sangat kecil, persentase penurunannya terlihat jauh lebih ekstrem. Volvo Car, misalnya, mengalami koreksi 80,77 persen. Penjualannya anjlok dari 26 unit pada Agustus menjadi hanya lima unit pada September.
Scania juga turun 70 persen, dari 20 unit menjadi enam unit.
Meski terlihat sangat besar secara persentase, angka tersebut perlu dibaca secara proporsional. Pada merek dengan penjualan puluhan unit, kehilangan belasan unit saja sudah cukup membuat persentase penurunan melonjak tajam.
Merek Besar Ikut Terseret
Koreksi pasar September bukan hanya menghantam pemain kecil. Sejumlah merek dengan basis penjualan besar juga kehilangan volume.
Toyota masih menjadi merek dengan penjualan ritel terbesar, tetapi angkanya ikut turun. Penjualan Toyota berkurang 290 unit, dari 21.938 unit pada Agustus menjadi 21.648 unit pada September.
Secara persentase, penurunannya memang hanya 1,32 persen. Namun, angka tersebut tetap berarti ratusan mobil yang gagal terjual dibandingkan bulan sebelumnya.
Geely juga mengalami penurunan 6,26 persen, dari 2.158 unit menjadi 2.023 unit. Hyundai turun 7,12 persen, dari 1.756 unit menjadi 1.631 unit.
Baca Juga: Penjualan Mobil Sudah 679 Ribu Unit, Target 850 Ribu Unit Masih Terkejar?
Baca Juga: Danantara: Menteri dan Wakil Menteri Bakal Dibagikan Mobil Maung Garuda
Suzuki terkoreksi 8,06 persen menjadi 5.625 unit, sedangkan Mitsubishi Motors menjadi salah satu pemain dengan tekanan paling terasa setelah penjualannya anjlok 18,81 persen menjadi 4.515 unit.
Penurunan juga tercatat pada Lexus, GWM, Kia, Mini, dan Changan.
Namun, tidak seluruh merek bergerak turun. ICAUR masih mencatat penjualan 500 unit pada Agustus dan September. Farizon juga bertahan di angka 30 unit pada kedua bulan tersebut.
Sementara itu, Neta belum mencatat penjualan pada Agustus maupun September.
Dengan demikian, tekanan pasar pada September 2026 tidak terkonsentrasi pada satu merek atau satu segmen saja. Penurunan terjadi mulai dari pemain volume besar seperti Toyota dan Suzuki, merek China seperti Aion, Chery, Geely, dan BAIC, hingga kendaraan niaga seperti Mitsubishi Fuso dan Hino.
Berikut 20 merek dengan penurunan retail sales terbesar pada September 2026 berdasarkan jumlah unit:
-
Mitsubishi Motors: 5.561 unit menjadi 4.515 unit (-1.046 unit)
-
Aion: 1.001 unit menjadi 404 unit (-597 unit)
-
Suzuki: 6.118 unit menjadi 5.625 unit (-493 unit)
-
Mitsubishi Fuso: 4.637 unit menjadi 4.168 unit (-469 unit)
-
Hino: 3.258 unit menjadi 2.824 unit (-434 unit)
-
Chery: 768 unit menjadi 466 unit (-302 unit)
-
Toyota: 21.938 unit menjadi 21.648 unit (-290 unit)
-
Danza: 519 unit menjadi 230 unit (-289 unit)
-
Geely: 2.158 unit menjadi 2.023 unit (-135 unit)
-
Hyundai: 1.756 unit menjadi 1.631 unit (-125 unit)
-
Morris Garage: 597 unit menjadi 511 unit (-86 unit)
-
Aletra: 98 unit menjadi 40 unit (-58 unit)
-
BAIC: 102 unit menjadi 46 unit (-56 unit)
-
Lexus: 205 unit menjadi 163 unit (-42 unit)
-
GWM: 181 unit menjadi 145 unit (-36 unit)
-
Kia: 167 unit menjadi 140 unit (-27 unit)
-
Volvo Car: 26 unit menjadi 5 unit (-21 unit)
-
Mini: 70 unit menjadi 55 unit (-15 unit)
-
Scania: 20 unit menjadi 6 unit (-14 unit)
-
Changan: 56 unit menjadi 45 unit (-11 unit)