kingsheadwye.com

Purbaya: APBN Jadi Penggerak, Ekonomi Jabar Tumbuh 5,73% - Makro Katadata.co.id

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) berperan dalam mendorong aktivitas ekonomi di daerah. Hal ini, menurut dia, tercermin dari kinerja pertumbuhan ekonomi Jawa Barat yang mencapai 5,73% pada kuartal II 2026.

“Kami ingin memastikan APBN di Jawa Barat tidak berhenti pada laporan penyerapan anggaran, tetapi hadir dalam bentuk aktivitas ekonomi, dukungan usaha, pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kata Purbaya dalam keterangannya usai melakukan kunjungan ke Kantor Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Jawa Barat, dikutip Rabu (26/8).

Berdasarkan laporan Kanwil DJPb Jawa Barat, pendapatan negara hingga 31 Juli 2026 mencapai Rp 85,61 triliun atau 45,41% dari target. Sementara itu, belanja negara telah terealisasi Rp 63,59 triliun atau 57,02% dari pagu.

Dari sisi belanja, realisasi belanja Kementerian/Lembaga (K/L) mencapai Rp 26,61 triliun atau 53,53% dari pagu. Realisasi tersebut naik 28,86% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan belanja K/L terutama didorong belanja modal yang mencapai Rp3,11 triliun. Angka tersebut melonjak 115,37% dibandingkan Juli 2025.

Selain belanja pemerintah pusat, Transfer ke Daerah (TKD) dan Dana Desa telah terealisasi Rp 36,98 triliun atau 59,82% dari pagu. Penyaluran tersebut, terdiri dari TKD Rp 35,46 triliun dan Dana Desa Rp 1,52 triliun.

Bendahara negara menyampaikan, pemerintah ingin memastikan anggaran negara memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk melalui dukungan terhadap sektor usaha.

Hingga Juli 2026, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Barat mencapai Rp 23,24 triliun kepada 357,3 ribu debitur. Sementara itu, Kredit Ultra Mikro (UMi) telah disalurkan Rp 1,31 triliun kepada 226,4 ribu debitur.

Menurut dia, APBN juga mendukung sejumlah program prioritas pemerintah di Jawa Barat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Sekolah Rakyat, serta program ketahanan pangan dan energi.

Berdasarkan catatan Purbaya,  program MBG telah dilaksanakan di 27 kabupaten/kota di Jawa Barat melalui 6.794 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan menjangkau 14.680.810 penerima manfaat.

Di sisi lain, ia mencatat, ekonomi Jawa Barat tumbuh 5,73% secara tahunan pada kuartal II 2026 dan tumbuh 2,25% secara kuartalan. Pertumbuhan tersebut terutama ditopang sektor industri pengolahan yang juga menjadi kontributor terbesar penerimaan pajak di Jawa Barat.

Adapula penerimaan pajak Jawa Barat hingga akhir Juli 2026 mencapai Rp 63,84 triliun atau tumbuh 10,41% secara tahunan. Industri pengolahan menyumbang Rp 30,60 triliun atau 47,93% dari total penerimaan pajak.

“Yang kami pastikan adalah anggaran negara dikelola secara optimal, tepat sasaran, dan mampu menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional,” kata Purbaya.