kingsheadwye.com

Ratusan personel Lanud Iswahjudi ikuti pelatihan bantuan hidup dasar

Magetan (ANTARA) - Ratusan personel TNI AU dan pelajar SMK Penerbangan Angkasa mengikuti sosialisasi dan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang diselenggarakan RSAU dr. Efram Harsana di GOR Sabha Garuda Lanud Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Pakes RSAU dr. Efram Harsana Lettu Kes Michael Aaron Rumolo di Magetan, Minggu mengatakan kegiatan sosialisasi BHD tersebut dilaksanakan secara serentak di jajaran TNI seluruh Indonesia dalam rangka memperingati HUT Ke-81 TNI sekaligus mendukung pencapaian Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan klasifikasi Rekor Nasional Pelatihan BHD terbanyak.

"Kegiatan ini juga bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan dasar dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, khususnya ketika terjadi henti napas dan henti jantung," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa bantuan hidup dasar merupakan prosedur atau tahapan dasar dalam melakukan pertolongan pada kondisi kegawatdaruratan.

Dalam sosialisasi dan pelatihan tersebut mengedukasi peserta mengenai konsep tahapan Danger, Response, Circulation, Airway, Breathing (D-R-C-A-B), identifikasi tanda dan gejala henti napas maupun henti jantung, serta teknik Resusitasi Jantung Paru (RJP).

"Melalui kegiatan ini, peserta diharapkan mampu memahami dan melakukan tindakan RJP sebagai langkah awal pertolongan dalam situasi darurat," katanya.

Dalam penyampaian materi, peserta diberikan pemahaman mengenai tanda-tanda seseorang mengalami henti napas dan henti jantung, seperti tidak adanya gerakan dada, tidak terdapat respons kesadaran, tidak adanya hembusan napas, hingga tidak teraba nadi karotis.

Selain teori, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tindakan pertolongan melalui kompresi dada dan pemberian napas buatan dengan perbandingan 30 kompresi dada dan 2 kali napas buatan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesiapsiagaan dalam menghadapi kondisi kegawatdaruratan, Kepala RSAU dr. Efram Harsana Kolonel Kes Agus Indro Budianto menyerahkan dua unit Automated External Defibrillator (AED) kepada Lanud Iswahjudi yang diterima oleh Kadister Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Ricki Amades.

Penyerahan alat tersebut diharapkan dapat memperkuat fasilitas pendukung pertolongan pertama untuk memberikan penanganan awal terhadap kondisi henti jantung sebelum mendapatkan pelayanan medis lanjutan.

Melalui sosialisasi BHD, RSAU dr. Efram Harsana berharap para peserta memiliki kesiapsiagaan dan kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama sebelum mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.

Baca juga: Dua penerbang Lanud Iswahjudi berhasil capai terbang solo

Baca juga: Lanud Iswahjudi gelar Pendidikan Transisi XV Pesawat T-50i Skadud 15

Baca juga: Urgensi pelatihan BHD untuk pertolongan pertama pada serangan jantung

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.