kingsheadwye.com

Realisasi pendapatan negara semester pertama 2026 di NTB mencapai 58,77 persen

Mataram (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mencatat realisasi pendapatan negara mencapai 58,77 persen atau setara Rp3,28 triliun pada semester I 2026.

Kepala DJPb NTB Ratih Hapsari Kusumawardani mengatakan target penerimaan negara sepanjang tahun ini sebesar Rp5,59 triliun.

"Hingga Juni 2026, pendapatan negara mencapai 58,7 persen ditopang oleh penerimaan perpajakan dan penerimaan bukan pajak yang terealisasi secara optimal," ujarnya di Mataram, Jumat.

Ratih memaparkan realisasi penerimaan perpajakan sebanyak Rp2,87 triliun yang setara 59,02 persen.

Penerimaan pajak tersebut disumbang oleh pajak dalam negeri sebesar Rp1,41 triliun atau sekitar 59,02 persen)dan pajak perdagangan internasional mencapai Rp1,45 triliun yang setara 154,16 persen.

Sedangkan, penerimaan negara bukan pajak atau PNBP tercatat sebesar Rp414,40 miliar yang setara 57,08 persen dari target sebanyak Rp726,04 miliar.

DPJb NTB membukukan pendapatan badan layanan umum mengalami pertumbuhan positif sebesar 4,72 persen. Sementara itu, komponen PNBP lainnya juga mencatat pertumbuhan positif sebesar 5,07 persen secara nominal menunjukkan adanya perbaikan kinerja penerimaan yang bersifat menyeluruh.

Lebih lanjut Ratih menyampaikan belanja pemerintah pusat terealisasi sebesar Rp4,14 triliun atau 44,26 persen dari pagu sebanyak Rp9,35 triliun.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada komponen belanja modal sebesar 253,32 persen, diikuti belanja barang sebesar 38,26 persen, dan belanja pegawai sebesar 26,50 persen. Adapun komponen belanja bantuan sosial mengalami koreksi sebesar 63,43 persen seiring dengan penyesuaian kebijakan belanja pemerintah pusat.

"Sementara transfer ke daerah terealisasi sekitar 54,30 persen," pungkas Ratih.

Pewarta : Sugiharto Purnama
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026