Renungan Jumat: Mensyukuri Nikmat yang Sering Terlupakan | Retizen
Yayasan Al-Hasra
Agama | 2026-08-07 08:56:26
Setiap hari, tanpa disadari, kita menerima begitu banyak nikmat dari Allah SWT. Nafas yang masih berhembus, mata yang masih bisa melihat, kaki yang masih bisa melangkah, hingga rezeki yang masih mengalir untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun sayangnya, nikmat-nikmat sederhana ini sering kali baru terasa berharga ketika sudah hilang.
Kita lebih sering mengeluh tentang apa yang belum kita miliki, dibanding bersyukur atas apa yang sudah ada di tangan. Padahal, jika direnungkan, sedikit sekali dari kita yang benar-benar menghitung nikmat yang telah diberikan.
Allah SWT berfirman:
"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya." (QS. Ibrahim: 34)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa nikmat Allah begitu banyak, bahkan tidak mungkin bisa dihitung satu per satu. Mulai dari hal-hal besar seperti kesehatan dan keluarga, hingga hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian, seperti udara yang kita hirup atau air yang kita minum.
Rasa syukur bukan hanya diucapkan lewat lisan, tetapi juga perlu ditunjukkan lewat sikap. Menjaga nikmat yang ada, menggunakannya untuk hal-hal baik, serta tidak menyia-nyiakannya adalah bentuk syukur yang sesungguhnya.
Hari Jumat menjadi momen yang tepat untuk berhenti sejenak dari rutinitas, merenungkan kembali betapa banyak nikmat yang telah Allah berikan, dan memperbaiki cara kita bersyukur. Sebab, syukur yang tulus tidak hanya mendatangkan ketenangan hati, tetapi juga membuka pintu keberkahan yang lebih luas.
Allah SWT juga berjanji:
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu." (QS. Ibrahim: 7)
Maka, di hari Jumat yang penuh berkah ini, mari luangkan waktu sejenak untuk merenung. Bukan untuk menghitung apa yang belum kita miliki, tetapi untuk menyadari betapa banyak yang sudah Allah berikan selama ini.
Disclaimer
Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.