kingsheadwye.com

Restoran Tempong Sri Dewi Minta Maaf Atas Ledakan Ruko Pakuwon City

Surabaya, CNN Indonesia --

Manajemen Nasi Tempong Sri Dewi secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada publik menyusul insiden ledakan dahsyat yang bersumber dari outlet mereka di Kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Surabaya.

Pernyataan resmi tersebut diunggah melalui akun Instagram @ntsridewi. Pihak manajemen mengungkapkan simpati dan rasa prihatin yang mendalam atas segala dampak kerusakan serta kerugian yang ditimbulkan akibat insiden tersebut, khususnya terhadap warga yang berada di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Segenap manajemen dan keluarga besar Tempong Sri Dewi ingin menyampaikan permintaan maaf dari lubuk hati yang paling dalam, atas segala dampak dan kesulitan yang timbul akibat kejadian hari ini di area outlet Tempong Sri Dewi San Antonio Pakuwon City," tulis pernyataan resmi manajemen Tempong Sri Dewi, Rabu (7/10).

Pihak pengelola menyadari, peristiwa ledakan yang terjadi pada Selasa (6/10) pagi itu telah memicu trauma, kekhawatiran, dan ketidaknyamanan bagi warga sekitar. Karena itu, doa dan perhatian penuh ditujukan kepada seluruh pihak yang terdampak langsung oleh getaran ledakan tersebut.

"Kami memahami bahwa kejadian ini telah menimbulkan kekhawatiran, kerugian, serta ketidaknyamanan bagi banyak pihak, khususnya para tetangga dan masyarakat yang berada di sekitar lokasi. Doa dan perhatian kami tujukan kepada seluruh pihak yang terdampak," lanjut keterangan tersebut.

Sebagai bentuk tindak lanjut dan tanggung jawab, manajemen Tempong Sri Dewi saat ini tengah berupaya melakukan komunikasi intensif dengan semua pihak yang terlibat maupun terdampak. Langkah ini diambil untuk mencari titik terang dan upaya penyelesaian masalah atas insiden yang merusak puluhan ruko dan rumah hunian itu.

"Saat ini kami sedang berusaha menghubungi semua pihak terlibat, serta mengupayakan penyelesaian masalah dari kejadian hari ini," ujarnya.

Manajemen Tempong Sri Dewi menaruh harapan besar agar pemulihan di area kejadian dapat berjalan lancar sehingga kondisi di sekitar lokasi bisa kembali aman, tenang, dan kondusif. Mereka juga berharap kejadian ini bisa terselesaikan dengan baik dan secepat mungkin.

Sebuah ledakan keras dilaporkan terjadi di Depot Nasi Tempong Sri Dewi di kompleks Ruko San Antonio, Pakuwon City, Jalan Kalisari Utara, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10) pagi.

Pantauan CNNIndonesia.com di lokasi, dampak ledakan membuat bangunan ruko depot tersebut luluh lantak. Tak hanya itu toko-toko yang berada di samping outlet tersebut juga terpantau hancur. Lima orang dilaporkan luka-luka akibat kejadian tersebut.

Sedikitnya 58 bangunan yang terdiri dari 42 ruko dan 16 rumah warga dilaporkan rusak imbas ledakan ini. Selain itu sejumlah tiga kendaraan roda dua, dan lima kendaraan roda empat juga dilaporkan mengalami kerusakan.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan turut menegaskan, berdasarkan pendalaman kepolisian, pusat ledakan berasal dari tiga tabung gas LPG berkapasitas 50 kilogram yang mengalami kebocoran pada bagian pipa.

Luthfie menuturkan indikasi kebocoran itu sebenarnya sudah disadari oleh pekerja di rumah makan tersebut sesaat sebelum ledakan terjadi.

"Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," kata Luthfie.

(frd/ugo)