Ricko Saputra finis keempat angkat besi 60kg, emas kembali untuk China
Ricko Saputra finis keempat angkat besi 60kg, emas kembali untuk China
Kamis, 24 September 2026 15:05 WIB
Foto arsip - Lifter putra Indonesia Ricko Saputra melakukan angkatan snatch pada final 61 kilogram Grup A Asian Games 2022 di Xiaoshan Sports Centre Gymnasium, Hangzhou, China, Minggu (1/10/2023). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/nz (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)
Jakarta (ANTARA) - Lifter Indonesia Ricko Saputra harus puas di peringkat keempat nomor 60kg putra Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah membukukan total angkatan 298kg di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Kamis.
Ricko hanya berselisih satu kilogram di abwah peraih medali perunggu Theerapong Silachai dari Thailand yang mencatatkan total angkatan 299 kg.
Lifter berusia 26 tahun itu membukukan angkatan terbaik 130 kg pada snatch dan 168 kg pada clean and jerk, sehingga mengakhiri lomba dengan total 298 kilogram.
Pada snatch, Ricko membuka perlombaan dengan angkatan 128 kg dan kemudian berhasil menambah menjadi 130 kg pada percobaan kedua. Namun, upayanya mengangkat 134 kg pada percobaan ketiga tidak berhasil.
Baca juga: Luluk dan Juliana buka perburuan medali angkat besi di Asian Games 2026
Ricko kemudian tampil lebih baik pada clean and jerk dengan menyelesaikan angkatan 161 kg, 165 kg, dan 168 kg.
Persaingan medali berlangsung ketat. Lifter China, Yang Yang, keluar sebagai juara setelah mencatat total 304 kg, hasil dari snatch 138 kg dan clean and jerk 166 kg.
Pang Un Chol dari Korea Utara meraih perak dengan total 301 kg, sedangkan Theerapong mendapatkan perunggu dengan 299 kg.
Yang juga memecahkan rekor Asian Games untuk total angkatan kelas 60kg dengan 304 kg. Sementara rekor clean and jerk beberapa kali diperbarui sepanjang laga sebelum tercatat atas nama Pang dengan angkatan 174 kg.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Ricko Saputra finis keempat angkat besi 60kg, emas kembali untuk China
Pewarta : Muhammad Ramdan
Editor:
Wening Caya Ing Tyas
COPYRIGHT © ANTARA 2026