Rumah Dinas Letkol Arman Jadi Markas Judol, Kini Ditahan Pomdam Jaya
Jumat, 9 Oktober 2026 - 11:42 WIB
Jakarta, VIVA – Kasus dugaan penyalahgunaan rumah dinas perwira TNI AD menjadi markas judi online (judol) di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, memasuki babak baru.
Baca Juga
Letkol Infanteri Arman yang menempati rumah tersebut kini ditahan Polisi Militer Kodam (Pomdam) Jaya/Jayakarta untuk menjalani pemeriksaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan, penahanan dilakukan dalam rangka mendalami dugaan pelanggaran yang menyeret perwira menengah TNI AD tersebut. Penanganan perkara masih berada pada tahap penyelidikan.
Baca Juga
”Terduga sudah ditahan dalam angka pemeriksaan di Pomdam Jaya,” ungkap Nas saat dikonfirmasi pada Jumat (9/10/26).
Nas juga memastikan rumah yang diduga digunakan sebagai markas judi online itu merupakan aset negara berupa rumah dinas jabatan yang ditempati Arman. Sebelumnya, sempat beredar informasi bahwa rumah tersebut disewakan.
Baca Juga
”Rumah dinas yang ditempati oleh yang bersangkutan,” kata Nas.
Arman diketahui bertugas sebagai kepala seksi intelijen di Komando Garnisun Tetap (Kogartap) 1/Jakarta. Meski telah dilakukan penahanan, TNI masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah pihak yang dinilai berkaitan dengan aktivitas di rumah itu.
”Semua yang dinilai perlu untuk kepentingan penyelidikan pasti diperiksa,” kata Nas.
Dia menegaskan, sanksi akan diberikan apabila penyelidikan membuktikan adanya keterlibatan prajurit dalam dugaan aktivitas ilegal tersebut.
”Bila terbukti pasti ada sanksi sesuai undang-undang yang berlaku,” tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, dugaan rumah milik seorang perwira TNI AD di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, dijadikan lokasi operasional judi online (judol) memasuki babak baru.
TNI AD kini melakukan penyelidikan setelah belasan orang diamankan dari lokasi tersebut. Sebanyak 11 orang yang diduga sebagai operator judol diamankan aparat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Mereka seluruhnya merupakan warga sipil, terdiri dari enam laki-laki dan lima perempuan. Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Dony Pramono memastikan informasi mengenai dugaan tersebut tengah ditindaklanjuti jajaran TNI AD.
”Semua masih dalam penyelidikan,” katanya kepada wartawan, Kamis (8/10/26).
11 Operator Judol Diciduk dari Rumah Perwira TNI AD, Mabes Ungkap Nasib Pemilik Kediaman
Sebuah rumah milik perwira TNI AD di Kompleks KPAD Cijantung, Jakarta Timur, kini menjadi sorotan. Rumah tersebut diduga digunakan sebagai lokasi aktivitas judol.
VIVA.co.id
9 Oktober 2026